Pengadaan Sembako Bansos DKI Darimana?

Foto: Doc. Ali Lubis

“Demi hindari fitnah dan praduga macam-macam, sebaiknya Gubernur Anies menjelaskan terkait pengadaan sembako untuk bansos tersebut”

Oleh: Ali Lubis, SH

Jakarta (Bintangtimur.net) – Gubernur Anies keluarkan Pergub No. 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB tertanggal 9 April 2020.

Didalam Pergub itu warga yang terdampak PSBB akan menerima bantuan sosial berupa sembako, ini Jelas tertuang di dalam Pasal 21 ayat 2 Pergub tersebut yang berbunyi Bantuan Sosial sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberikan dalam bentuk bahan pokok dan/bantuan langsung lainnya yang mekanisme penyalurannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bantuan sosial tersebut memang sangat dibutuhkan warga Jakarta untuk menghadapi pandemi Covid-19, Namun niat baik itu haruslah dibarengi dengan hal-hal yang baik pula.

Paket bansos dari DKI Jakarta tentu tidak sedikit, karena untuk jutaan warga jakarta yang tidak mampu. Penggunaan anggaran pun harus transparan dan terbuka sebagaimana Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa Pasal 6 Perpres No. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah walaupun bersifat kemanusiaan.

Demi hindari fitnah dan praduga macam-macam, sebaiknya Gubernur Anies menjelaskan terkait pengadaan Ssmbako untuk bansos tersebut. Karena menggunakan uang rakyat, harus clear.

Terlebih, bansos tahap dua sepenuhnya disiapkan oleh PD Pasar Jaya, sebagaimana yang kita ketahui PD Pasar Jaya adalah pengelolaan pasar, pios-kios dan lain-lain. Artinya tentu ada penganggaran terkait pengadaan sembako bansos tersebut.

So, warga Jakarta perlu tahu, dari mana pengadaan stok sembako, berapa jumlah anggaran yang dipakai menggunakan uang rakyat tersebut. Bagaimana sistem pengadaan sembakonya apakah penunjukan langsung atau tender?

Edt: Redaksi (AN)