Pengamat Sebut Airlangga ‘Golkar Putih’, Ricky Rachmadi: Pernyataan Positif dan Membuat Golkar Kian Dipercaya

Foto: (Ist)

“Jadi, penilaian Hendri yang menempatkan Airlangga sebagai tokoh utama kelompok putih jelas tidak mengada-ada”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ketua DPP Partai Golkar Bidang Ekokraf, Ricky Rachmadi mengaku setuju sekaligus mengapresiasi pernyataan pengamat Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio pada akhir pekan lalu, yang menyebutkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai tokoh ‘Kelompok Putih’ yang mampu membawa partai beringin ke arah positif serta menjadi lebih dipercaya di ranah publik.

“Airlangga Hartarto adalah tipikal Ketua Umum Golkar dan calon ketua umum yang akan berlaga di arena Munas Golkar 2019 di akhir tahun ini, yang masuk ke dalam kelompok putih oleh karena beliau mempunyai ide segar, bersih, dan kreatif,” kata Hendri di Jakarta.

Menurut Ricky, pernyataan Hendri tersebut bukan sekadar positif buat sosok Airlangga, namun juga memberi dampak yang bagus buat Golkar ke depan.

Apalagi, hal itu dinyatakan bukan oleh sekadar pengamat yang banyak memberi gagasan dan penilaian kepada publik di tanah air, tetapi Hendri sendiri adalah seorang pengamat muda yang aktivitasnya banyak menggumuli dunia aktivis politik selain berhubungan erat dengan jaringan kaum muda.

“Jadi, penilaian Hendri yang menempatkan Airlangga sebagai tokoh utama kelompok putih jelas tidak mengada-ada, dan itu akan berkolerasi secara positif terkait peran Golkar dengan elemen rakyat baik sekarang maupun di masa mendatang. Harapan seorang pengamat yang menisbatkan Airgangga sebagai motor kelompok putih juga akan menjadi angin segar bagi partai Golkar dan kader-kadernya yang bersentuhan langsung dengan seluruh rakyat atau bangsa ini. Saya kira hal ini akan menjadikan Golkar kian dipercaya publik,” jelas Ricky di Jakarta, Selasa (24/9).

“Dengan meyakini bahwa Airlangga adalah simbol tokoh kelompok putih, seorang pengamat seperti Hendri tentu berasumsi Airlangga bukan saja memimpikan terciptanya semangat perubahan di kalangan para kader Golkar, namun juga memberi tempat yang efektif guna tumbuh suburnya gagasan perubahan di tubuh Golkar secara umum,” jelas Ricky, lagi.

Namun demikian, Ricky berharap meskipun Airlangga dianggap kelompok putih dan mendapat pujian yang baik dari pengamat, tentu saja hal itu jangan membuat para kader terlena ataupun lengah.

“Masih banyak tugas berat partai Golkar ke depan, terutama untuk para kader di internal Golkar, yang harus semakin optimis agar Golkar periode berikutnya tetap di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, supaya Golkar semakin eksis dan bermartabat secara politik baik di hadapan rakyat atau utamanya di lingkungan elit daerah serta nasional,” tambah Ricky.

Ricky mengaku, penilaian pihak luar dan khususnya pengamat terkait Airlangga sebagai kelompok putih dan membawa perubahan positif di tubuh Golkar memang dirasakan di internal partai Golkar.

“Ini tentu karena Airlangga juga menggambarkan figur yang santun, akomodatif, low profile, punya konsep untuk mengembangkan agenda perubahan, termasuk kreativitasnya yang tak pernah surut dan gaya kepemimpinannya yang ‘cooling down’ tergolong disukai oleh para kader Golkar. Inilah nilai lebih Airlangga yang potensial saat ini, sehingga banyak didukung oleh kader-kader DPD berbagai daerah untuk kembali memimpin Golkar dalam Munas 2019 mendatang,” pungkas Ricky.

Edt: Redaksi (AN)