Pengungsi Korban Gempa Halmahera Mencapai Sekitar 54.789 Jiwa

Foto: (Ist)

“Berdasarkan data sementara untuk korban luka berat mencapai 34 orang, luka ringan 97 orang dan meninggal dunia mencapai enam orang”

Jakarta (Bintangtimur.net) РBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) mencatat, sebanyak  mengungsi tersebar di 15 titik pengungsian terdampak gempa magnitudo 7,2 di Kabupaten Halmahera Selatan dan enam orang meninggal.

Sekretaris BPBD Malut, Ali Yau dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (18/7), menyatakan, berdasarkan data sementara untuk korban luka berat mencapai 34 orang, luka ringan 97 orang dan meninggal dunia mencapai enam orang.

“Memang, enam korban yang tercatat meninggal akibat gempa di Halsel di antaranya Saima Mustafa (90 tahun) asal Desa Nyonyifi, Aspar Mukmat (20 tahun) warga Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan, Aina Amin (50 tahun), warga Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan, Wiji Siang Kale (60 tahun) warga Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan, Sagaf Girato (50 tahun) warga Yomen Kecamatan Kepulauan Joronga dan Aisya Amin (50 tahun) warga Ranga-Ranga, akan diberikan santunan kepada ahli waris,” ujarnya.

Untuk rumah yang mengalami rusak berat 963 unit, rusak ringan 1.215 unit, akibat gempa bumi dengan kekuatan 7.2 SR pada tanggal 14 Juli 2019 pukul 16:10:51 WIB pada lokasi 0.59 LS 128.06 BT di kedalaman 10 Km dengan lokasi 62 km Timur Laut Labuha-Malut.

Sedangkan, untuk data sementara yang tercover untuk rumah rusak berat (RB) di Kecamatan Gane Timur Selatan Desa Ranga-Ranga 300 RB, Desa Gane luar 380 RB, Desa Samat 6 RB, Desa Gaimu 10 RB, Desa Kuwo 30 RB, Bacan Timur Selatan Desa Liaro 22 RB  Bacan Timur Tengah, Desa Tomara 90 RB, Kecamatan Gane Timur, Tanjung Jere 2 RB, Kecamatan Gane Barat Selatan dan Desa Lemo Lemo 131 RB dan total 971 pemukiman RB.

Untuk fasilitas umum gedung sekolah 6 unit RB, gereja 1 RB, massjid 2 RB, Polindes 1 RB. perumahan TPQ 1 unit RB, rumah guru 1 unit RB, PAUD 1 unit RB, sedangkan kebutuhan mendesak terpal, selimut, tikar, air minum, makanan siap saji dan kidsware.

Bahkan, tim yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, RAPI, PMI dan ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian di Kecamatan Bacan Timur, Kecamatan Bacan Timur Tengah Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat.

“Kami telah menerjunkan petugas perlindungan sosial korban bencana alam dari pusat untuk asessment kebutuhan serta pendataan ahli untuk mendapatkan santunan ahli waris bagi korban gempa Halsel,” kata Rachmat.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemda setempat dalam penanganan korban terdampak gempa dengan mengamati situasi terkini.

Ratusan pengungsi gempa berkekuatan 7.2 Skala Richter (SR) di 62 km Timur Laut Labuha, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) mengeluhkan kurangnya stok makanan dan minuman, terutama di kawasan Kepulauan Joronga.

Selain itu, tim Kemensos telah mengerahkan Tagana Malut dan Kabupaten Halsel untuk mengevakuasi korban ke tempat aman, pelayanan dapur umum lapangan dan pelayanan dukungan psikososial serta distribusi bantuan logistik, paket sembako, bantuan peralatan kebersihan kepada korban gempa di pengungsian.

Edt: Redaksi (AN)