Penumpang Yang Mudik Lewat Stasiun Rangkasbitung Diperkirakan Mencapai 30.000 Orang

Foto: (Ist)

“Kami¬†yakin penumpang hari ini melonjak,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Penumpang arus mudik melalui Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada H-4 diperkirakan mencapai 30.000 orang dan mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan H-5.

“Kami yakin penumpang hari ini melonjak,” kata Kepala Stasiun Rangkasbitung Gun di Lebak, Sabtu (1/6).

Melonjak penumpang arus mudik Lebaran dipastikan seluruh lembaga dan instansi pemerintah, swasta hingga BUMN sudah diliburkan.

Mereka para pekerja lebih memilih mudik ke kampung halaman H-4 untuk merayakan Lebaran bersama anggota keluarga dengan waktu lebih lama.

Kebanyakan pemudik Lebaran melalui Stasiun Rangkasbitung penumpang kedatangan dari Commuterline Tanahabang-Palmerah-Kebayoran-Sudimara-Serpong-Parungpanjang.

Begitu juga penumpang KA Lokal dari Stasiun Merak-Cilegon-Serang-Catang. Namun, pemudik KA Lokal sebagian besar dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.

Mereka pemudik Stasiun Rangkasbitung bertujuan ke sejumlah daerah di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.

“Kami mengapresiasi perjalanan keberangkatan dan kedatangan tepat waktu sesuai jadwal juga berjalan lancar,” katanya menjelaskan.

Kemungkinan penumpang pemudik itu membanjiri stasiun sampai malam hari. Sebab, puncak arus mudik Lebaran dipastikan H-4, karena sudah memasuki liburan.

Menurut dia, penumpang membludak terjadi sejak kedatangan dan keberangkatan Commuterline dan KA Lokal.

“Kami terus berupaya agar pemudik merasa nyaman dan aman,” ujarnya.

Ribuan penumpang yang turun dari Commuterline saling berdesakan saat pintu keluar dan petugas bekerja keras melalui pengeras suara agar penumpang tertib.

“Kami berharap petugas pengelola stasiun agar ditambah pintu masuk agar tidak terjadi penumpukan penumpang,” kata Nana, seorang pemudik hendak menuju Kecamatan Leuwidamar.

Para pemudik dari kedatangan Commuterline itu banyak membawa barang-barang bawaan sehingga terjadi kemacetan dan antrian di pintu keluar stasiun.

Edt: Redaksi (AN)