Penyidik Gakkum KLHK Serahkan Tersangka Pembalakan Liar Dari Luwuk Banggai Ke Kejari Sengkang

Foto : Ist

Penangkapan pelaku illegal logging untuk menegakkan hukum lingkungan dan kehutanan”

MAKASSAR (bintangtimur.net) – Tim PPNS Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi menyerahkan tersangka inisial RZ dan inisial F (pemilik kayu), barang bukti berupa kayu olahan selundupan jenis bayam, kumea dan Bitti sebanyak 140 batang dari Luwuk Banggai Sulawesi Tengah ke Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sengkang Kabupaten Wajo. Bukti lain berupa 1 unit mobil truk merk Hino warna hijau nomor Polisi DN 8810 CY. Selanjutnya Tim Operasi mengawal pelaku beserta barang bukti ke Mako SPORC Brigade Anoa di Maccopa Kabupaten Maros untuk dilakukan proses lebih lanjut. Kamis 25 Maret 2021.
Penangkapan pelaku illegal logging untuk menegakkan hukum lingkungan dan kehutanan. Kejahatan itu merugikan banyak orang, kata Dodi Kurniawan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi. Kamis 25 Maret 2021.
Keduanya dijerat Pasal 88 ayat (1) huruf “a” Jo Pasal 16 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman pidana Penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda paling sedikit Rp.500 juta dan paling banyak Rp. 2,5 milyar.

Penangkapan itu bermula dari informasi adanya pengangkutan kayu olahan dari Kabupaten Luwuk Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dengan tujuan Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi tanpa dilengkapi dokumen SKSHH. Tanggal 25 Januari 2021 sekitar pukul 11.56 WITA di Jalan Trans Sulawesi, Desa Keera Kecamatan Keera Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan.

Foto : Ist

Tim operasi mengawasi sebuah mobil truk merk Hino warna hijau nomor Polisi DN 8810 CY, mengangkut kayu sebanyak 140 batang kayu olahan jenis Bayam, Kumea dan Bitti yang dikemudikan oleh RZ
Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Kapolda Sulawesi Tenggara Cq. Direktur Reskrimsus POLDA Sulawesi Selatan atas dukungannya

“Agar kasus ini dapat memberikan efek jera terhadap pelaku sehingga kegiatan perdagangan kayu hitam illegal di wilayah Propinsi Sulawesi Selatan dapat dihentikan,” harap Dodi Kurniawan.

Edt : Redaksi (NA)