Perang Akal Dan Pikiran

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Masalah baik itu kita yang ciptakan atau keadaan yang menjerumuskan kita masuk kedalamnya”

Oleh: Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Serangan insomnia mulai berikan isyarat, bahwa malam ini akan terjadi pura-pura terpejam dan nalar bekerja liar tanpa terkendali.

Iya… seperti yang sudah-sudah lebih baik merangkai kata demi kata curahkan nalar liar yang sulit sinkron.

Iya… lebih baik bicara dalam tulisan disaat orang-orang tertidur. Dan pada akhirnya terurai kisah yang tidak dipaparkan secara detail demi menjaga privasi.

Beberapa waktu silam sahabat mencurahkan hati perihal pilihan dan jalan hidupnya. Meski usai menjelaskan panjang lebar tetap saja sebuah keputusan tidak berhasil ditetapkan. Apalagi menjalankannya agar kehidupan kedepannya bisa lebih baik. Hanya berusaha pura-pura tegar yang hanya bisa dilakukan lewati hari demi hari.

Pada akhirnya narasi ini sengaja tertuang semata agar bisa ingatkan sahabat dan berbagi kepada pembaca, setidaknya siapa tahu diluar sana ada yang alami hal serupa. Meski ruang dan waktu permasalahan berbeda-beda.

Masalah baik itu kita yang ciptakan atau keadaan yang menjerumuskan kita masuk kedalamnya. Bukanlah soal untuk dipertentangkan. Apalagi larut dalam kejumutan dan menjadikan beban dan alasan untuk meratapi kegelisahan.

Terlepas masalah yang beraneka ragam, bukanlah untuk mensalahkan atau menghakimi keadaan. Hanyalah manusia yang berhasil mengalahkan pikirannya sendiri dan sanggup berdamai dengan jiwanya yang bisa keluar dan atasi ragam permasalahan.

Sebab tesis berpikir atasi permasalahan adalah; “Perang terbesar sesungguhnya adalah antara seseorang dengan alam pikirannya sendiri. Siapa yang bisa mengendalikan alam pikirannya dari segala nafsu maka hakikat keberadaannya lebih kuat daripada seseorang yang tampak kuat, namun selalu mampu dikalahkan oleh nafsu di alam pikirannya”

Maka bisa di sintesiskan jika masih terdapat dalam kehidupan ini beraneka masalah dimana persoalannya itu-itu lagi, maka ada yang salah dalam proses berfikir dalam mencari jalan keluar.

Hmm… Malam ini kutak katik kalimat semakin terasa sebagai ahli motivator saja. Biarlah sesekali nalar ini masuk ranah failasuf.

Semoga tulisan saat alami insomnia ini bisa menjadi manfaat. Ingatlah bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Itu janji Allah Swt, saya hanya mengingatkan saja.

Dan jangan menganggap bahwa persoalan kehidupan yang sedang menerpa sebuah akhir kehidupan. Sebaiknya hilangkan alam pikir seperti itu, hadapi dan selesaikan setiap persoalan dengan jiwa yang tegar. Maka ketika masalah itu teratasi disitulah kita lolos dalam ujian kehidupan ini.

Semoga saja sahabat baca tulisan ini dan bisa hijrah menuju zona nyaman.

Edt: Redaksi (AN)