Perhelatan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Telah Usai

Foto: (Ist)

“Hasil pesta demokrasi bermuara ke Mahkamah Konstitusi, menimbulkan spekulasi yang tinggi di masyarakat”

Oleh: Rifdal Fadli (Mahasiswa Pasca Sarjana Kenotarian Universitas Andalas)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Pemilihan Umum Presiden dan wakil presiden yang jatuh tanggal 17 April 2019 bermuara Ke Mahkamah Konstitusi. Yaitu, lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman, bersama dengan Mahkamah Agung.

Pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2019 hanya ada dua pilihan 01 atau 02. Petahana atau oposisi, dengan dua kandidat yaitu Prabowo-Sandi dan Jokowi-Maruf. perhelatan pemilu yang panjang dan penuh dramatis akhirnya bermuara ke jenjang tertinggi pengambilan keputusan Mahkamah Konstitusi. Di karenakan adanya indikasi pelanggaran dan kecurangan pemilu menurut kacamata tim Prabowo-Sandi.

Hasil pesta demokrasi bermuara ke Mahkamah Konstitusi, menimbulkan spekulasi yang tinggi di masyarakat. Para pengamat politik banyak memprediksi amar putusan Mahkamah Konstitusi tim Jokowi Dodo sebagai pertahanan yang akan menang dalam persidangan ini.

Walapun banyak asumsi, masyarakat tetap menikmati perjalanan pesta demokrasi yang durasinya begitu lama. Seperti menonton skenario film, begitu penuh nuansa dan drama.

Berkas putusan sengketa Pilpres 2019 Mahkamah Konstitusi setebal 1.944 halaman. Dalam berkas itu berisi dalil-dalil kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Seluruh dalil gugatan Prabowo – Sandiaga ditolak MK.

Amar putusan mengadili, menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman ketika membacakan amar putusan Mahkamah di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Kamis (27/6/2019) malam.

Dengan hal ini bertanda asumsi masyarakat benar, yang menang adalah petahana, karena masyarakat sudah bisa membaca perjalanan pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2019 ini jauh hari. Menurut Mahfud Md Prabowo-Sandi bisa menang asalakan memiliki bukti kecurangan yang kuat.

Kesimpulan singkat, drama panjang selesai ketika dibacakan amar putusan gugatan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di tolak berarti menandakan Presiden Joko Widodo dan Kiai Ma’ruf sebagai wakil Presiden periode 2019-2024.

Maka dari itu apakah rakyat Indonesia menerima Jokowi dan Kiai Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden periode tahun 2019-2024 secarah legitimasi oleh rakyat indonesia, atau segolongan Aparatul Sipil Negara (ASN) saja. Ataukah sebaliknya rakyat indonesia menanti dengan hangat presiden dan wakil presiden baru indonesia ini.

Kita juga belum tahu apakah dengan memiliki wakil presiden Kiai Ma’ruf Amin makin menggeliat program presiden terpilih di periode 2019-2024 ini semua masih dalam teka teki.

Sering muncul di media Slogan tidak ada lagi 01 maupun 02, tetapi 03 Persatuan Indonesia, rakyat pun akan bersatu asalkan sila ke lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di implementasikan dalam kehidupan bernegara.

Edt: Redaksi (AN)