Peringati Hari Pahlawan, Astrabi Gelar Festival Seni Budaya Pencak Silat

Foto: (Ist)

“Semoga perjuangan ini Gubernur DKI dapat melihat bahwa silat betawi mulai tampil di nasional bahkan di internasional,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi) menggelar festival seni budaya pencak silat dalam rangka memperingati mengenang Hari Pahlawan 10 November.

Saat pembukaan acara kegiatan silat betawi, ketua umum (Astrabi) Anwar Al Betawi, menyambut para tokoh adat betawi, guru, sesepuh silat betawi, tokoh masyarakat, kelurahan, serta artis komedi senior Ki Daus dan sesepuh adat budaya festival seni budaya pencak silat betawi, acara ini berlangsung di Jakarta Utara, Sunter, Danau Cincin,  (10/11/2019).

Seluruh masyarakat, para pesilat, tokoh, sesepuh, guru, berdiri semua menundukkan kepala sembari berdoa menurut kepercayaan masing-masing untuk mengenang para pahlawan sekaligus memohon Mendapat syafaat kepada Allah SWT.

Setelah berdoa ia menjelaskan dalam melakukan kegiatan hari ini untuk menjadi yang terbaik berharap apa yang ia lakukan berkesinambungan atas upaya dasar dukungan dari Gubernur DKI Jakarta.

“Semoga perjuangan ini Gubernur DKI dapat melihat bahwa silat betawi mulai tampil di nasional bahkan di internasional,” kata Anwar.

“Festival danau cincin ini adalah program lembaga kebudayaan betawi yang kebetulan saya ketua bidang pagelaran dan seni kreatif setiap event yang di selanggarakan tiap wilayah bekerjasama dengan intansi pemerintah, wali kota dan komunitas terkait. Bukan kota Jakarta Utara saja, allhamdulillah tahun ini full kita kerjakan, berharap kedepan tidak seperti ini tapi lebih baik lagi,” kata Amwar.

“Dalam penentuan piala bergelir pertandingan ada sepasangan ada perorangan sama perkelompok, kalau menang ketiganya akan jadi juara umum karena ada 50 perguruan. Setiap wilayah akan di batasi waktu hanya 1 hari, acara Astrabi insyallah bulan depan kita akan ikut ke Kalimantan Timur,  jujur karena ini pembiayaanya  mandiri bukan dari pemerintah, Astrabi akan batasi kirim orang ke Kalimantan Timur,” kata anwar.

“Silat ini sebagai warisan budaya yang di akui dunia, seni tradisi budaya asli indonesia secara global, nasional, menuju tingkat internasional, mudah-mudahan event ini ada kepedulian dari pemerintah dan mendukung sepenuhnya untuk menuju prestasi dunia,” kata Ki Daus saat di wawancarai. (APL)

Edt: Redaksi (AN)