Pernyataan Sikap Aliansi Gerakan Jalur Tambang, Menolak Hasil Pertemuan Dua Kepala Daerah Dan BPTJ

Foto: (Ist)

“Uji coba pertama yang dilakukan mulai dari 16 Oktober 2018 maupun sampai saat ini hanyalah mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan masalah”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Pada 16 Mei 2019 BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) mengundang Bupati Bogor Ade Yasin dan Bupati Tangerang Ahmad Zaky Iskandar untuk kembali mengajukan uji coba jam operasional truk tambang.

Kali ini kepala BPTJ Bambang Prihartono akan menerapkan uji coba jam operasional truk tambang yang ke-8 kalinya dengan waktu jam non operasional mulai pukul 05.00-09.00 WIB dan 17.00-21.00 WIB. Hal ini sangatlah menyakiti perjuangan masyarakat di tiga kecamatan (Rumpin, Gn. Sindur,Cariu,Cigudeg dan Parungpanjang) yang menuntut pemberlakuan jam non operasional pada pukul 20.00-05.00 WIB.

Uji coba pertama yang dilakukan mulai dari 16 Oktober 2018 maupun sampai saat ini hanyalah mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan masalah. Dan uji coba tahap 8 sangatlah tidak tepat apabila dikarenakan jam non operasional 20.00-05.00 WIB menimbulkan kemacetan akibat truk-truk tambang yang parkir di ruas jalan.

Foto: (Ist)

Karena kemacetan yang terjadi setiap harinya tidak lain disebabkan oleh perusahaan tambang dan transporter yang tidak menyediakan lahan parkir yang memadai serta pemberhentian truk tambang oleh petugas DISHUB yang tidak dimulai dari mulut/lokasi tambang. Dengan hal tersebut dapat dilihat bahwa kebijakan Pemerintah saat ini sangatlah tidak serius menangani permasalahan yang terjadi. Dan hasil pertemuan dua kepala daerah serta BPTJ terlihat lebih memihak kepada perusahaan tambang maupun transporter yang telah menggaji buruh tambang dengan upah yang rendah.

Sehingga masyarakat yang menuntut haknya atas fasilitas umum, udara bersih, kenyamanan dan keamanan bertempat tinggal maupun kesehatan tidak terpenuhi.

Foto: (Ist)

Oleh karena itu kami Aliansi Gerakan Jalur Tambang menyatan sikap atas kebijakan tersebut :

1). Menolak uji coba jam operasional truk tambang tahap 8 maupun yang akan datang.

2). Segera sah-kan Perbup jam operasional truk tambang pukul 20.00-05.00 WIB.

3). Menolak truk tambang parkir di ruas dan di bahu jalan.

4). Menyerukan persatuan gerakan rakyat ke dalam blok politik kontra oligarki, untuk melawan ketidakadilan dan berbagai upaya yang merampas hak-hak masyarakat.

Edt: Redaksi (AN)