Perseteruan Politik AHY vs Moeldoko Makin Panas dan Meluas

Foto: Doc. Jacob Ereste

“Minimal, rasa cemas terhadap pandemi Corona bisa sejenak terlupakan,”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Jika KLB (Kongres Luar Biasa) Partai Demokrat (PD) harus ditempuh untuk melakukan kudeta, kesan yang terjadi seperti proses kelahiran yang sungsang.

Lantas mungkinkah logika berpikirnya bisa di balik, kudeta itu justru untuk melalukan KLB, maka kesannya yang terjadi bisa semakin rumit, persis seperti keterlibatan pihak luar yang telah dianggap pamali atau haram itu untuk ikut ambil bagian dalam proses pengambilalihan partai besutan SBY yang kini ada dalam genggaman AHY.

Informasi dari petinggi PD ada sejumlah nama tokoh seperti Marzuki Alie, Jhoni Allen Marbun, Nazarudin dan Damrizal yang dengan gentel mengaku sebagai aktor utama dari pertemuan yang menghebohkan itu. Dalam versi ceritanya Andi Alfian Malarangeng, selain “Pak Lurah,” skenario kudeta terhadap Partai Demokrat ini juga terkait dengan Menkum HAM Yasonna Laoly. Karena dalam versi ceritanya Andi Alfan Malarangeng, Menkum HAM Yosana Laoly juga merestui apa yang mau dilakukan oleh Moeldoko. Bahkan “Pak Lurah” juga ikut memberikan restu untuk mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Menteri Yasonna Laoly jelas dituding Andi Alfian Malarangeng berada di balik skenario dari rencana kudeta terhadap Partai Demokrat.

Jadi rencana kudeta terhadap Partai Demokrat ini melalui tahap KLB (Kongres Luar Biasa) yang di rekayasa sedemikian rupa hingga kemudian mengabil-alih kepemimpinan Partai Demokrat dari genggaman Agus Harimuti Yudhoyono.

Klaim dari Moeldoko bahwa ia sudah mendapat restu dari dua partai politik, yakni PKB dan NasDem, menurut Andi Alfian Malarangeng, mengisyaratkan wilayah perseteruan politik bagi Partai Demokrat semakin meluas dan makin memanas karena terus melibatkan banyak pihak. Artinya, perseteruan yang akan di hadapi Partai Demokrat bisa menjadi lebih seru, meski hasrat untuk saling menyerang mungkin saja tidak akan dilakukan secara terbuka oleh masing-masing pihak.

Namun toh, pada akhirnya publik akan paham, siapa yang kalah dan bakal menjadi pemenangnya dalam persiapan munuju pesta politik pada tahun 2024.

Kemenangan yang pasti bagi Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sedang jadi incaran untuk dipakai melencer pada Pilpres 2024 itu adalah terletak pada daya kemampuannya melakukan konsolidasi hingga membangun kekuatan penuh dalam segenap komponen partai agar dapat semakin solid dan tangguh, tanpa sedikit memberi celah bagi siapa pun untuk membuat ulah yang bisa menggoyahkan eksistensi partai berikut segenap eksponen partai.

Tentu saja keampuhan Moeldoko dapat segera ditakar dari langkah keberhasilannya menguasai semua jabatan di dalam Partai Demokrat yang menggiurkan itu untuk kemudian bisa dijadikan kuda tunggangan berkompetisi pada Pilpres 2024. Semua itu, tentu saja dapat menjadi dari indikator dari salah satu bentuk kemenangan atau kekalahan dari serunya pertarungan yang akan terus memanas suhu politiknya di Indonesia.

Seperti api dalam sekam, serunya perseteruan politik antara AHY melawan kubu Muldoko terasa semakin memanas dan meluas, meski tidak kentara bara apinya yang membara, lantaran masing-masing pihak belum mengumbar habis jurus-jurus pamungkasnya.

Minimal, rasa cemas terhadap pandemi Corona bisa sejenak terlupakan. Dan bencana alam pun mampu kita hadapi dengan tabah dan tawakal, karena ada tontonan politik yang tak kalah menegangkan.

Edt: Redaksi (AN)