Perwira TNI Aktif Bersuara Kritis, Muslim Arbi Sebut Rezim Jokowi Mulai Goyang

Foto: Google

“Dua perwira TNI aktif mengkritisi kondisi saat ini menunjukkan Rezim Jokowi mulai goyang. Sebenarnya hati nurani TNI aktif tidak rela negara dikelola serampangan seperti ini,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Rezim Joko Widodo (Jokowi) mulai goyang atas pernyataan dua perwira TNI aktif yang mengkritisi kondisi saat ini.

“Dua perwira TNI aktif mengkritisi kondisi saat ini menunjukkan Rezim Jokowi mulai goyang. Sebenarnya hati nurani TNI aktif tidak rela negara dikelola serampangan seperti ini,” kata pengamat politik Muslim Arbi, Ahad (4/10/2020).

Menurut Muslim, rakyat menyambut gembira pernyataan perwira TNI aktif. “Selama ini yang bersuara kritis kepada Rezim Jokowi hanya para purnawirawan TNI,” jelas Muslim.

Muslim mengatakan, Rezim Jokowi tidak mau mendengar masukan dari para purnawirawan TNI dalam mengelola negara. “Para purnawirawan mengingatkan untuk tidak mendatangkan TNI Cina, namun tidak dihiraukan penguasa,” papar Muslim.

Selain itu, ia mengatakan, pasca insiden di Surabaya di mana mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo diumpat anjing membuat marah rakyat dan para TNI aktif.

“Gatot Nurmantyo yang sudah lama berjuang untuk bangsa dan negara diumpat dengan kata anjing. Ini penghinaan besar terhadap tokoh TNI,” jelasnya.

Dalam salah satu video anggota TNI yang memakai baret hitam, dan mengaku sebagai salah satu Dosen di Kodiklatal Center Navys. Ia menceritakan bagaimana negara Indonesia saat ini dalam penguasaan cukong.

Ia menyebut para cukong tengah terancam dengan adanya transparansi berencana menerapkan sistem pemerintahan oligarki mutlak (komunis) untuk melangsungkan kepentingan-kepentingannya.

Di video yang lain, TNI baret merah yang mengaku perwira senior pasukan khusus membenarkan apa yang disampaikan oleh Kolonel Soerajie.

“Kita dikendalikan oleh orang-orang dan oknum-oknum yang di luar bangsa ini,” jelasnya. (KR)

Edt: Redaksi (AN)