Pilkada Saat Pandemi Covid-19, Buzzer dan Influencer Bisa Jadi Paling Berperan

Foto: Doc. Jacob Ereste

“Saat Pilkada bagi buzzer dan influencer adalah saatnya panen raya”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) langsung yang mau dilaksanakan secara serentak dengan pembatasan jumlah kerumunan massa memang memberi peluang pada peran buzzer dan influencer akan dimaksimalkan dengan menggunakan media sosial.

Menggunakan jasa buzzer dan influencer dengan memanfaatkan media sosial secara maksimal saat merebaknya pandemi corona yang tak kunjung padam.

Peserta Pilkada memang dapat dikenakan sanksi keras atau bahkan di diskualifikasi KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan perangkatnya.

Saat Pilkada bagi buzzer dan influencer adalah saatnya panen raya. Jadi merugilah peserta Pilkada yang tidak dapat memanfaatkan buzzer dan influencer dalam kontestasi Pilkada yang dibatasi untuk menyapa konstituen di daerah pemilihannya, meski bisa saja diselingi dengan pembagian paket sembako yang mengatasnamakan untuk menghadapi pandemi corona agar konstituen bisa tetap nyaman tinggal di rumah.

Lalu bagainana teknis pelaksanaannya saat pemilihan calon kepala daerah itu berlangsung?

Tentu saja ini bagian dari sigmen rentetan pelaksanaan pemilihan yang menjadi tanggung jawab teknis panitia pelaksanaan Pilkada yang juga bisa diuji cara kerja serta kemampuan mereka dalam bekerja. Sebab jika lalai, toh bisa mendatangkan masalah atau bahkan gugatan dari para pihak yang merasa dirugikan karena ulah kerja panitia penyelenggara yang tidak profesional cara kerjanya.

Apalagi peranan buzzer bersama influencer dalam Pilkada bisa membuat suasana menjadi lain, setidaknya beda dengan masa Covid-19 itu juga akan ikut mebimbulkan suasana yang tak terduga, dan mungkin juga bisa saja menggagalkan satu dari sekian banyak Pilkada yang juga ikut diselenggarakan secara serempak.

Edt: Redaksi (AN)