PMII Sulsel Menyayangkan Sikap Kapolres Parepare

Foto: Ist

“Kuang lebih ada 15 peserta aksi yang dilarikan ke rumah sakit, tindakan aparat Kepolisian ini sudah tidak sejalan dengan tugas dan fugsi Kepolisian”

Jakarta (Bintangtkmur.net) – Gelombang penolakan terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Tanpa terkecuali di Sulawesi Selatan yang datang dari PMII.

Seperti yang diketahui bersama, bahwa PMII Sulawesi Selatan mengintruksikan kepada seluruh jajaran PC PMII di Sulawesi Selatan untuk menggelar aksi serentak untuk menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja ini.

Ahmad Sirajul Munir sangat menyayangkan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Parepare, Sulawesi Selatan yang menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, berakhir ricuh.

Ada beberapa peserta yang dilarikan ke rumah sakit akibat bentrok dengan Polisi di depan Gedung DPRD Parepare, Rabu (7/10/2020), aksi massa mulai ricuh saat massa berusaha masuk ke Gedung DPRD. Bentrokan tak terhindarkan saat personel Polres Parepare yang berjaga berusaha menghalau massa.

Ahmad Ketua PMII Sulawesi Selatan mengacam tindakan Refresif yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian, tidak sepantasnya aparat Kepolisin melakukan tindakan refresif terhadap mahasiwa.

“Kuang lebih ada 15 peserta aksi yang dilarikan ke rumah sakit, tindakan aparat Kepolisian ini sudah tidak sejalan dengan tugas dan fugsi Kepolisian. Apalagi kebanyakan dari korban itu merupakan kader dari PMII,” katanya dengan tegas.

“Di tambah aksi susulan yang dilakukan PC PMII parepare pada hari Jumat (9/10) tidak mendapatkan respon yang baik. Kapolres tidak ada dilokasi, ini menandakan bahwa Kapolres Parepare tidak memiliki jiwa satria dan terkesan acuh terhadap persoalan ini,” lanjutnya.

Ahmad menegaskan bahwa pemerintah hari ini sudah Sangat keterlaluan.

“Kami akan menempuh jalur hukum untuk mengusut tuntas apa yang terjadi dengan kader kami di Parepare melalui LBH PB PMII. Dan saya juga menghimbau kepada seluruh Kader PMII Jangan pernah mundur selangkahpun untuk mengawal UU yang syarat akan kedzaliman ini,” tutupnya. (KR).

Edt: Redaksi (AN)