Polisi Ungkap Sindikat Curanmor di Bogor, 9 Orang Pelaku Diamankan

Foto: Doc. Humas Polres Bogor

“Mereka sudah beraksi lebih dari 30 kali dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci T”

Bogor (Bintangtimur.net) – Satreskrim Polres Bogor mengungkap sindikat pencurian sepeda motor spesialis halaman rumah di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, Rabu (24/2). Polisi mengamankan barang bukti 17 unit sepeda motor dari sembilan orang tersangka.

Kapolres Bogor, AKBP Harun menjelaskan, dari sembilan orang tersangka itu, lima berperan sebagai eksekutor dan empat orang merupakan penadah.

“TKP ada Cisarua, Babakanmadang, Ciampea, Ciawi, Ciomas, Sukaraja, Cileungsi, Cibungbulang dan Cibinong. Modusnya mereka mengincar motor-motor yang terparkir di halaman rumah dan tempat-tempat sepi menggunakan kunci T,” kata Harun dalam keterangan persnya.

Kata Harun, lima orang yang sebagai eksekutor ini, kerap beraksi pada pukul 02.00 – 05.00 WIB. Namun, ada beberapa unit sepeda motor yang mereka dapatkan dari luar Kabupaten Bogor, seperti Bekasi.

“Mereka sudah beraksi lebih dari 30 kali dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci T. Motor yang berhasil dicuri, kemudian diserahkan kepada penadah lalu dijual dengan harga mulai Rp2 juta per unit,” jelas Harun.

Atas perbuatannya, pelaku berinisial AJ, AY, DN, DS, PN, EN, AH, SL dan SA itu dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e dan 5e KUHPidana Pencurian dengan Pemberatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan cara membongkar atau menggunakan kunci palsu dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kemudian Pasal 480 KUHPidana menjual, menguasai dan menjadi perantara jual beli barang yang diduga diperoleh dari hasil kejahatan dengan ancama hukuman empat tahun penjara.

“Jadi yang lima orang eksekutor ini, ancamannya tujuh tahun penjara dan lima orang penadah empat tahun penjara,” kata Harun.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Handreas Handreas Adrian mengungkapkan jika sebagian besar sepeda motor hasil curian akan dijual di wilayah Sumatera. Meski begitu, dalam menjalankan aksinya, kelompok ini tidak menggunakan senjata tajam atau senjata api.

“Ini 17 unit yang kami dapatkan. Tapi hasil pencurian sudah lebih dari ini. Sebagian sudah dijual. Dijualnya ke Cianjur dan di Sumatera. Cuma sekitar lima menit kok setiap beraksi tapi tanpa senjata tajam dan senjata api,” kata Handreas. (AF)

Edt: Redaksi (AN)