Polres Bogor Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Dua Lansia

Foto: (Ist)

“Polisi berhasil meringkus pelaku RN (36) di wilayah hukum Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, saat sedang bekerja sebagai kuli bangunan”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sudah setahun berlalu, Polres Bogor baru bisa mengungkap kasus pembunuhan dua lansia yang terjadi di Kampung Pabuaran RT 04 RW 03, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Pembunuhan tersebut terjadi pada 30 Mei 2018.

Polisi berhasil meringkus pelaku RN (36) di wilayah hukum Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, saat sedang bekerja sebagai kuli bangunan.

Diketahui, RN membunuh pasang suami istri, SM (70) dan HN (65) setelah sebelumnya masuk ke rumah korban dengan maksud membeli rokok di warung milik korban.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menjelaskan, korban HN sempat mempersilakan pelaku untuk mengambil sendiri rokok. Namun saat dia di warung, korban meneriaki RN maling dan menyerang.

Kemudian pelaku mendorong SM hingga terjatuh akibat terpeleset keset. Pelaku lantas memukul dan mencekik korban hingga meninggal dunia. Pelaku kemudian menutup pintu dapur dari dalam.

Kemudian, pelaku juga mendorong HN hingga terbentur tempat tidur dan memukul dada serta kepala. Terakhir, pelaku mencekik HN hingga meninggal dunia.

“Kemudian pelaku menyeret tubuh SM ke kamar untuk disatukan dengan HN. Pelaku lalu melarikan diri dengan memanjat kursi untuk menjebol plafon rumah untuk kembali ke kontrakan yang berada di sebelah rumah korban,” kata Dicky, Selasa (17/9).

Saat kabur, RN sempat bertemu dengan empat orang saksi, yakni JMS, SNY, RHT dan SDR di sebuah gang kecil. Di mana keempatnya kenal dengan pelaku dan memberitahu polisi bahwa pelaku melarikan diri ke Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

“Saat ditangkap pun pelaku ini kaget karena ternyata polisi masih mengusut kasus dan mencarinya. Ini bukti komitmen kami, meski sudah setahun tetap kami usut,” tegas Dicky.

Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Pembunuhan dan atau Penganiayaan, hingga mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Edt: Redaksi (AN)