Presiden Soekarno Urung Niat ke Adonara, Presiden Jokowi Harus Bisa Tunaikan

Foto: Doc. Rahman Sabon Nama

“Rahman meminta agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Adonara bisa membawa serta Menteri PUPR, Panglima TNI, Menteri Kesehatan serta Menteri BUMN”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Tokoh nasional asal Pulau Adonara NTT Dr. Rahman Sabon Nama meminta agar Presiden Joko Widodo yang berencana mengunjungi korban bencana alam di NTT bisa berkunjung ke Pulau Adonara.

Di Pulau itu Presiden dapat melihat betapa dahsyatnya banjir bandang, topan silikon, dan ROB memporak poranda dan meluluh-lantak seantero wilayah, terutama desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur dan Desa Lamanele Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur, NTT.

Di Adonara Presiden Joko Widodo dapat menziarahi makam Panglima Perang Jelajah Nusantara, Kapitan Lingga Ratu Loli, juga bisa mengunjungi rumah adat Putri Paus Benang Sutra Lambang bendera perang pusaka Kapitan Lingga yang diabadikan dalam rumah adat.

Lambang pusaka bertuah itu dipegang oleh sepuh Bapa Lopo dan Bapa Ahmad di Desa Lamahala, dua kilometer dari Desa Waiburak.

Rahman mengatakan pada tahun 1957/1958 ketika presiden pertama RI Soekarno berkunjung ke Flores, beliau agendakan kunjungan khususnya ke Adonara. Akan tetapi agenda ini tiba-tiba diurungkan oleh Bung Karno.

“Kata Bung Karno ketika itu,” ungkap Rahman, “Adonara itu magnetnya panas. Padahal ketika itu Bung Karno punya niat kuat ke Adonara untuk mengunjungi makam Kapitan Lingga Ratu Loli,” lanjutnya.

Foto: Doc. Rahman Sabon Nama

Di mata Bung Karno, Kapitan Lingga adalah tokoh ulama pergerakan Indonesia merdeka yang getol melibatkan diri sebagai panglima perang membantu sejumlah wilayah Kerajaan di Nusantara, antara lain, Kerajaan/Kesultanan Buton Sulawesi Tenggara, Kerajaan Luwu, Kerajaan Lingga cikal bakal dari kerajaan Siak Indrapura Riau, untuk memerangi imperialisme Portugis dan Belanda.

“Ketika Bung Karno urungkan niat mengunjungi Adonara, khusus menziarahi makam Kapitan Lingga, maka pada tahun 1958, Bung Karno perintahkan Menteri Agama KH Muhammad Iljas untuk merenovasi dan membangun kembali makam Sang Kapitan, yang dikenal sebagai Panglima Perang Jelajah Nusantara untuk mengusir penjajah dari bumi Nusantara,” kata Rahman.

Rahman, cucu buyut (wareng/ generasi ke-5) dari Kapitan Lingga Ratu Loli, mengatakan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Adonara, berkenaan dengan bencana NTT, dapat merupakan bagian dari sejarah keagendaan kunjungan presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang tertunda.

Banjir bandang ROB dan tanah longsor walau sudah mulai reda tetapi mengakibatkan kerusakan parah infrastruktur jalan, jembatan, bangunan rumah dan tempat ibadah, listrik dan telekomunikasi tidak berfungsi.

Rahman meminta agar kunjungan Presiden Joko Widodo ke Adonara bisa membawa serta Menteri PUPR, Panglima TNI, Menteri Kesehatan serta Menteri BUMN.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, kata alumnus Lemhanas RI ini, maka peran Panglima TNI diperlukan untuk mengerahkan Zeni tempur Marinir atau Darat untuk membangun kembali infrastruktur jalan dan jembatan yg telah memutus akses pergerakan ekonomi antar kabupaten, kecamatan dan desa-desa di Pulau Adonara. (APL)

Edt: Redaksi (AN)