PS Melanesia Kritik ‘Keras’ Pidato Visi Indonesia Jokowi

Foto: (Ist)

“Untuk itu kami dari Partai Solidaritas Melanesia akan menghadap ke Presiden Joko Widodo untuk memberikan pilihan kepada negara”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Poin pidato Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Visi Indonesia, yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat tersebut, Presiden Jokowi menuai kritik. Salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas (PS)  Melanesia  Abdullah Kelrey. 

“Setelah membaca rangkuman pidato Presiden Joko Widodo. Saya memprediksi bahwa kawasan Melanesia tidak akan ada pembangunan nasional di bidang pengembangan instruktur yang telah di gadang – gadang Presiden Joko Widodo,” ujar Kelrey, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/7/19). 

Menurut Kelrey pada periode kedua,  Presiden Jokowi berjanji bakal fokus pada sentralisasi ekonomi. Namun, persoalan nya adalah infrastruktur di Kawasan Melanesia, yakni Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara saja masih jauh dari cita – cita kemerdekaan. Lalu bagaimana hal tersebut bisa terealisasi. 

“Kalau saya kutip bahasa salah satu putra Melanesia ia katakan bahwa, “Jikalau lihat lima sasaran di atas. Tidak ada bagian dari desentralisasi nasional. Semua itu hanya lebih mengedepankan gaya orde baru yang sentralisasi di Pulau Jawa.” Dan itu betul adanya. Karena kami butuh keadilan soal infrastruktur di berbagai sektor,” tuturnya. 

Kawasan Melanesia sudah banyak memberikan kontribusi kepada negara, lewat sumberdaya alam, tetapi Kelrey menegaskan, sejauh ini negara belum mampu menghadirkan apa yang diharapkan oleh rakyat Melanesia. 

Mulai dari minimnya fasilitas penunjang pendidikan, kesehatan, perekonomian tak menentu akibat kurang lapangan kerja. Padahal di kawasan Melanesia, banyak terobosan yang bisa dilakukan oleh pemerintah pusat untuk membangun rakyat. Seperti membangun pabrik pengolahan ikan, peternakan sapi modern, pabrik garam dan lainnya.

“Untuk itu kami dari Partai Solidaritas Melanesia akan menghadap ke Presiden Joko Widodo untuk memberikan pilihan kepada negara. Masih butuh kawasan Melanesia atau tidak masih akui atau tidak, kalau masih butuh dan akui, segera buat Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Melanesia,” tandasnya. 

Kelrey menambahkan, dalam waktu dekat bakal berkumpul sejumlah tokoh dan anak muda dari kawasan Melanesia membangun diskusi. Hasilnya bakal dijadikan bahan saat beraudensi langsung dengan Presiden Joko Widodo.

“Kami akan segera lakukan. Melanesia harus dan wajib diperhatikan biar tak hanya fokus di pulau Jawa,” pungkasnya.

Edt: Redaksi (AN)