Pupuk Optimisme Robohkan Pohon Pesimisme Demi Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat

Foto: Doc. dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed

“Tanpa adanya optimisme maka manusia atau suatu bangsa akan menjadi kerdil dan tak berdaya”

Oleh: dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed (Presiden Gumregah Bakti Nusantara-GBN)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Tidak ada riak ataupun sejenisnya tatkala sandang, pangan, dan papan rakyat terpenuhi secara berkeadilan. Justice and welfare state for the all people merupakan hal mendasar dari misi kemanusiaan dimuka bumi. Juga merupakan harapan dan cita-cita bersama dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bersyukur kepada Tuhan YME atas apa yang ada dan yang terjadi dalam tapakan kaki kehidupan adalah pupuk terbaik membangun dan membangkitkan kobaran api semangat dan optimisme untuk menatap ke depan gapai harapan dan cita-cita bersama. Untuk merengkuh kembali sebuah keadilan dan kesejahteran, dan menggapai kembali kejayaan nusantara yang adil, makmur dan adidaya.

Tanpa adanya optimisme maka manusia atau suatu bangsa akan menjadi kerdil dan tak berdaya. Bahkan hanya menunggu waktu tergilas perjalanan peradaban manusia didunia. Karena optimisme itu adalah salah satu akar yang latar belakangi manusia atau suatu bangsa mampu bertahan dimuka bumi.

Walau saat ini langit negeri seakan esok mau runtuh. Walau saat ini langit negeri seakan tampak semakin gelap ditengah makin eskalatifnya hiruk pikuk dan dinamika tata kebangsaan di negeri ini, segenap rakyat dan bangsa Indonesia harus tetap dan selalu optimis bahwa hari esok lebih baik dari hari ini. Tidak boleh tertimpa pohon “pesimisme” atau putus asa walau sekecil-kecilnya. Kita semua harus membakar kobaran api semangat dan taburkan pupuk optimisme, dan sekuat tenaga terus berupaya merengkuh kehidupan yang lebih baik ke depan.

Pertebal kedekatan bersama Tuhan YME., selalu berdo’a, dan tawakkal (berserah diri kepada-Nya) adalah cara terbaik dan obat terampuh untuk merobohkan pohon-pohon pesimisme yang saat ini ada dimana-mana, ada disetiap relung kehidupan di negeri ini. Mari bersama dan bersatu. Mari berangkulan dan bergandengan tangan. Mari saling menghargai, menghormati, mendukung dan mendoa’kan di atas beragam varian perbedaan 750 suku bangsa untuk mewujudkan sebuah keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat, nusa, bangsa, dan mahluk yang ada diseluruh bumi nusantara. Untuk menggapai cita-cita besar terwujudnya kembali sebuah negeri yang adil, makmur dan adidaya. Kita mampu asal mau, Yo Sorak O Sorak Iyo.

Edt: Redaksi (AN)