Rakyat Siap Bersama “KAMI” Untuk Segera Bertindak, Jangan Cuma Omong Doang

Foto: Doc. Jacob Ereste

“Kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum serta tata ekonomi rakyat serta harapan pada keadilan sosial bisa lebih baik, justru semakin jauh dari pengharapan dan kejidupan rakyat”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesis (KAMI) telah sudah dideklarasikan pada 2 Agustus 2020 di Jakarta oleh sejumlah tokoh dari berbagai elemen dan profesi untuk menyelamatkan negeri ini. Sekitar 150 tokoh, aktivis, dan pekerja profesional ambil bagian dalam acara deklarasi KAMI merasa prihatin pada kondisi bangsa dan negara Indonesia yang terpuruk karena salah urus.

Prof. Din Syamsuddin mewakili para tokoh itu memaklumatkan bahwa keterpurakan bangsa dan negara Indonesia memerlukan koalisi besar para tokoh yang bijak deni dan untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara kita yang sedang terancam dari keambrukan dalam berbagai segi kehidupan.

Tak hanya ekonomi, tapi juga politik, hukum bahkan budaya semakin tak menentu tanpa rasa malu melakukan kolusi, korupsi berjamaah serta menyelewengkan konstitusi serta abai pada amanat maupun aspirasi rakyat.

Gema serta sambutan pada deklarasi “Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia” terus membahana ke seluruh plosok tanah air kita. Rakyat sungguh menyambut apa telah lama dinanti-nantikan adanya tindakan nyata dengan sikap yang teguh dan tangguh serta jujur penuh ikhlas menata kembali pengelolaan negara bangsa yang semakin terjerembab pada lembah hina dan kemiskinan yang parah.

Karena itu KAMI sangat diharap bisa melakulan langkah nyata serta memberi arahan pada rakyat untuk melakukan apa yang seharusnya dikerjakan. Tanpa banyak cakap, sebab kondisi bangsa dan negara harus secepatnya diselamatkan.

Sebagai salah seorang pemrakarsa, Ahmad Yani, SH justru berharap, KAMI dapat menjadi inspirasi untuk mendorong perbaikan dalam berbangsa dan bernegara yang sedang terpuruk akibat berbagai krisis dan wabah. Padahal yang ideal “KAMI” harus jadi motor penggerak, lokomotif serta gerbong yang bisa mengusung rakyat menuju perbaikan serta perubahan yang lebih baik dan lebih beradab sebagaimana idealnya yang diamanahkan oleh UUD 1945 yang asli serta cita-cita luhur para pendiri negara bangsa Indonesia.

Kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum serta tata ekonomi rakyat serta harapan pada keadilan sosial bisa lebih baik, justru semakin jauh dari pengharapan dan kejidupan rakyat.

Tata budaya yang rusak akibat dari pembiaran terjadi konflik dimana-mana membuat sistem ketahanan bangsa dan pertahanan negara menjadi sangat lemah menghadapi dominasi serta intervensi bangsa asing.

Atas dasar itu, rakyat menanti langkah nyata serta komando dari “KAMI” untuk segera bertindak menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari kehancuran.

Edt: Redaksi (AN)