Relawan IT Akan Sambangi Bawaslu

Foto (Ist): “Insya Allah siang ini kami akan membawa bukti satu kardus berupa 2.500 lembar bukti kesalahan entry data Situng KPU,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Tim Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bakal menyambangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI hari ini. 

Kedatangan mereka tak lain untuk menyerahkan ribuan bukti kesalahan input data di aplikasi Sistem Penghitungan Suara (Situng) milik KPU.

“Insya Allah siang ini kami akan membawa bukti satu kardus berupa 2.500 lembar bukti kesalahan entry data Situng KPU,” kata Sekretaris Relawan IT BPN, Dian Islamiati Fatwa di Jakarta, Kamis (2/5).

Dian mengaku, temuan tersebut didapatkan setelah timnya memverifikasi data-data yang sudah masuk ke Situng dalam rentang waktu 27 Maret-1 Mei.

Hanya dalam lima hari, timnya temah menemukan sedikitnya 13.031 kesalahan entry data yang diperoleh dari 225.818 TPS. Jika dipersentasikan, total kesalahan yang terjadi sebanyak 5.7 persen.

“Ribuan kesalahan yang kami temukan menunjukkan sistem Situng KPU tidak bisa diandalkan dan menyesatkan. Batas kewajaran dalam sistem IT itu maksimal 0,1 persen. Sementara kami menemukan kesalahan antara 5-7 persen,” tegasnya.

Jika diklasifikasi setidaknya ada tiga kesalahan yang mereka temukan. Pertama, jumlah suara yang tercantum melebihi jumlah maksimal pemilih pada setiap TPS. Kedua, jumlah suara yang tercatat tidak sama dengan suara sah ditambah dengan suara tidak sah dan kertas suara tidak terpakai. Dan terakhir adalah perbedaan jumlah sah dengan total perolehan suara sah dari kedua pasangan.

“Agar tidak menimbulkan keresahan dan ketidakpercayaan publik yang meluas, Bawaslu harus segera menghentikan Situng KPU dan melakukan audit forensik oleh auditor independen,” tegas Said Didu. 

Mencermati temuan Relawan IT BPN, Koordinator Gerakan Nasional Selamatkan Demokrasi (GNSD), DR M. Said Didu meminta agar Bawaslu segera turun tangan dan menghentikan Situng KPU.

Edt: Redaksi (AN)