Revolusi Petani Membangun Ketahanan dan Kedaulatan Pangan

Foto: Doc. Jacob Ereste

Tak lagi boleh mencekik rakyat atau petani”

Oleh: Jacob Ereste


JAKARTA (bintangtimur.net) – Idealnya untuk melakukan impor bahan pangan jenis apapun tidak lagi boleh dilakukan secara sembrono dan serampangan oleh pemerintah. Bila produk dari hasil panen petani Indonesia masih mampu mengatasinya, meski dengan kualitas dan kuantitas yang masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat sehari-hari.

Seperti apapun kualitas mutu dari produksi yang dapat dihasilkan oleh petani kita, patut untuk terus bisa diperbaiki. Meski terpaksa dengan berbagai cara, agar dapat segera memenuhi kebutuhan yang maksimal baik dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Selama ini alasan untuk melakukan impor bahan pangan mulai dari beras hingga garam maupun jahe yang utama menjadi keluhan adalah kualitas dan kuantitas yang selalu diklaim belum memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita.

Jika begitu, mengapa kita tidak segera melakukan ragam cara dan upaya untuk segera meningkatkan kualitas mutunya secara simultan dengan memberi arahan serta penyuluhan atau bahkan pelatihan, pendidikan kilat untuk petani kita yang seharus bisa dilakukan oleh Dinas Pertanian yang ada di masing-masing daerah. Sehingga dengan begitu ada pekerjaan yang nyata dari para petugas penyuluh atau pun pendidikan dari pihak kementerian atau instansi yang kompeten seperti pertanian serta perdagangan dan ketenagakerjaan hingga instansi lain yang selama ini tidak jelas tugas dan fungsinya untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat petani Indonesia.

Jika penyuluhan dan pelatihan atau pendidikan yang bersifat kilat itu dapat diselenggarakan untuk masyarakat petani, hasilnya pasti akan segera dirasa oleh banyak pihak. Sehingga tenaga kerja yang mumpuni kelak tinggal melakukan secara bergilir dengan peluang yang seluas-luasnya untuk mereka yang berminat membuka lahan baru sambil terus melanjutkan upaya dalam pemanfaatan lahan yang sudah ada.

Pemberian ragam kemudahan untuk semua orang yang berminat untuk bertani, perlu diberi beragam kemudahan atau bahkan bantuan. Baik dalam bentuk dana maupun berupa peralatan sampai benih dan pupuk, yang diperlukan oleh para petani untuk mengolah lahan mereka sampai panen.

Sementara itu nilai harga dari semua item produk yang bisa dihasilkan oleh petani akan memberi nilai lebih. Bila standar harga sudah bisa dipatok saat awal memilih jenis komoditas yang hendak ditanam itu jauh sebelum saat panen berlangsung.

Karena nilai harga dari setiap jenis komoditi itu pun akan menjadi daya rangsang bagi petani. Sekaligus pula menjadi jaminan untuk tidak lagi mengecewakan petani pada saat panen raya tiba. Sebab biasanya, nilai harga dari komoditas yang dihasilkan petani pada saat panen harganya anjlok.

Karena itu, sejak awal Bulog dapat mematok besaran harga sejak waktu jenis tanaman itu hendak ditanam tidak berubah sampai saat panen raya tiba. Jadi petani tak lagi ada yang merasa tertipu atau menjadi mainan orang yang menguasai pasar. Hingga bisa memainkan sesuka hati nilai harga dari komoditas yang dihasilkan oleh para petani kita itu.

Bagi para petani yang mengalami kesulitan secara teknis dan perlu konsultasi dapat memperoleh dari petugas bidang penyuluhan atau bimbingan teknis mulai dari awal menentukan jenis tanaman di budidayakan hingga cara memaksimalkan hasil panen agar dapat memberi hasil yang maksimal. Dan petugas dari berbagai instansi terkait dapat memberi arahan agar hasil panen petani itu pun tak boleh berlebihan. Karena itu, pemetaan jenis tanaman yang menjadi pilihan para petani pun harus dipetakan secara rinci dan mendetail, agar hasil panen tak perlu berlebih, sementara jenis tanaman yang lain pun tidak boleh menjadi langka.

Pada intinya nilai harga patokan untuk masing-masing hasil panen petani sudah harus diketahui dan dipatok sejak awal, mulai hendak menanam jenis tanaman yang menjadi pilihan. Itu pun harus diketahui dan mendapat persetujuan dari petugas pengawas yang berada di lapangan.

Sehingga sejak masa awal petani memilih jenis tanaman yang mau ditanam dan dibudidayakan itu merupakan bagian dari bentuk jaminan yang harus dapat dilakukan oleh Bulog (Badan Urusan Logistik) bersama koperasi unit desa (KUD) setempat. Hingga fungsi serta peranan Bulog bersama KUD setempat. Sehingga peran aktif yang lebih maksimal dalam upaya ikut menyediakan seluruh keperluan bagi para petani hingga usaha menampung semua ragam hasil dan jenis dari produk yang dihasilkan petani itu sesuai dengan nilai harga pada saat petani panen raya itu tetap bisa terkendali dan terukur dengan baik.

Pada giliran berikutnya pihak Bulog dapat juga mendistribusikan hasil panen para petani yang telah ditampung oleh Bulog melalui KUD dalam bentuk beragam macam produksi petani yang akan ditampung sepenuhnya oleh Bulog melalui KUD untuk kemudian didistribusikan kembali kepada warga masyarakat yang memerlukannya dengan standar harga yang tetap terkendali, terjangkau sesuai standar koperasi yang tidak provit oriented. Tak lagi boleh mencekik rakyat atau petani seperti untuk rakyat banyak.

Jadi upaya untuk meningkatkan semangat serta gairah dari kebangkitan para petani agar tidak lagi abai pada sejumlah insentif dan nilai tambah yang dapat mereka peroleh. Bukan hanya sebatas untuk bangkit, tapi juga pemacu dari gairah dan semangatnya dengan cara memberi bantuan secara maksimal serta kemudahan untuk semua urusan yang terkait dengan usaha di bidang pertanian yang mereka geluti.

Dan upaya untuk membangun gairah serta semangat para petani untuk terus giat bercocok tanam. Sekaligus untuk menarik minat kaum buruh mau kembali pada habitat pertanian supaya kaum buruh yang berminat ikut hijrah menjadi petani tanpa bimbang dan ragu untuk meninggalkan habitat lamanya sebagai buruh.

Bila kesadaran semua pihak telah sampai pada pemahaman yang sama dan setara, agaknya kebangkitan dari revolusi petani Indonesia mulai menemukan jalan pencerahannya sekarang ini.

Jakarta, 5 April 2021

Edt. Redaksi. (NA)