Risiko Dan Bencana Alam Penyelenggaraan Lingkungan Serta Jasa Kontruksi: Permasalahan Dan Solusi

Foto: (Ist)

“Setiap kali hujan yang lebat dalam durasi waktu yang panjang, Jakarta dipastikan kebanjiran “

Jakarta (Bintangtimur.net) – Hari Minggu 23 Februari 2020 Jakarta dan sekitarnya kembali diguyur hujan sangat lebat yang dimulai pukul 01.00 WIB dini hari. Pada pukul 10.00 WIB 23 Februari 2020, beberapa kawasan di Jakarta, misalnya kawasan Kelapa Gading, kawasan Salemba, kawasan Kemayoran dan beberapa kawasan lainnya terendam air akibat banjir.

Hal yang sama dialami pada tanggal 1 Januari 2020 yang lalu, dimana Jakarta juga terendam banjir. Banjir di Jakarta pada tanggal 23 Februari 2020 tidak kalah parahnya dibandingkan banjir yang terjadi tanggal 1 Januari 2020.

Setiap kali hujan yang lebat dalam durasi waktu yang panjang, Jakarta dipastikan kebanjiran. Ada apa dengan lingkungan Jakarta? Apakah tanah di Jakarta sudah jenuh? Atau ini permasalahan infrastruktur yang tidak beres? Bagaimana strategi proses penyelenggaraan lingkungan yang mampu mengantisipasi risiko dan merespon bencana secara khusus bencana banjir di Jakarta?

Selain banjir, beberapa waktu yang lalu terjadi tanah yang longsor di kedua sisi kawasan Jalan Tol Cipularang Km 118. Apakah hal ini Kegagalan Proses Desain dan/atau Kegagalan
Proses Konstruksi, atau bahkan dimungkinkan Kegagalan Proses Operasional? Apa yang terjadi dalam proses penyelenggaraan Jasa Konstruksi di Indonesia? Apa rekomendasi Peraturan Pemerintah (PP) prioritas yang harus segera disahkan untuk melaksanakan UU No. 2/2017 tentang Jasa Konstruksi? Hal ini perlu dicermati karena UU No. 2/2017 sudah menjelang 3 tahun namun belum ada Peraturan Pemerintah (PP).

Bagaimana proses penyelenggaraan Lingkungan & Jasa Konstruksi dalam atmosfir pasca Industri 4.0? Industri 4.0 yang mengangkat isyu tentang Cyber Physical Systems merupakan milestone strategis pasca Era Industri 1.0 yang menitikberatkan kepada sistem Mechanization-Water Power-Steam Power, pasca Era Industri 2.0 yang menitikberatkan kepada Mass Production-Assembly Line, Electricity, dan pasca Era Industri 3.0 yang menitikberatkan kepada Computer serta Automation.
Hidup kita saat ini di era apa? Banyak referensi kemudian “mengarahkan” kita ke era “pasca Industri 4.0” yang berbasis sosial dan lingkungan.

Globalisasi, kecepatan dan relasi yang cepat yang kita alami saat ini disampaikan oleh Harold, James, dan Arindam dalam buku mereka yang berjudul Globality. Buku Globality menyatakan kondisi manusia saat ini di dalam atmosfir ‘kompetisi, serba cepat dan mudah, dan mungkin menurunnya nilai.

Hal ini yang kita hadapi dan kita hidupi bersama. Konteks realita di atas telah dibahas dalam Seminar Filsafat Teknologi yang diselenggarakan Prodi S2 T. Sipil UPH 20 Februari 2020 yang lalu. Atmosfir pasca Industri 4.0 kembali mewarnai Contrusction Law Seminar 27 Februari 2020 mendatang di UPH Plaza Semanggi lantai 3.

Permasalahan yang dibahas beserta rekomendasi solusi dalam Contrusction Law Seminar 27 Februari 2020 mendatang, yaitu:

A. Aspek Lingkungan

1). Apa karakter lingkungan?

2). Apa saja isu terkini sehubungan dengan risiko dan bencana dalam lingkungan beserta studi kasusnya?

3). Apa saja hal penting yang diatur UU No. 32/2009?

4). Apa rekomendasi penting sebagai solusi dari kajian UU No. 32/2009 beserta aturan pendukun lainnya?

B. Aspek Jasa Kontruksi

1). Apa pengertian jasa dan usaha yang diatur dalam UU No.2/2017?

Siapa saja dan apa peran para pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraan proyek konstruksi?

3). Apa saja hal-hal penting yang diatur dalam UU No 2/2017?

4). Apa saja permasalahan dan isu terkini yang relevan dalam kajian UU No. 2/2017?

5). Apa rekomendasi penting sebagai solusi dari kajian UU No. 2/2017 termasuk rekomendasi PP yang prioritas untuk diterbitkan?

Please most welcome!

C o n s t r u c t i o n L a w
Seminar – series 01
Aspek Lingkungan dan
Aspek Jasa Konstruksi

Kamis, 27 Februari 2020
Jam 18.00 WIB – selesai
UPH Plaza Semanggi, lt. 3
yang diselenggarakan oleh:
Prodi S2 T. Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan.

Edt: Redaksi (AN)