Rocky Gerung: Selfie Dan Krisis Akal Sehat Sedang Menuju Krisis Ekonomi

Foto: (Ist)

“Namun sekarang dapat dimaklum, karena memang sedang terjadi krisis akal sehat. Maka krisis ekonomi pun bisa segera menyusul bersama krisis lainnya”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Seminar Nasional yang digelar Forum Alumni Perguruan Tinggi se Indonesia (FA. Petisi) pada 18 September 2019 mampu menghadirkan Rocky Gerung yang juga diidolakan oleh emak-emak. Setidaknya, begitu sang filosof muda dan kece ini masuk ruangan seminar di Gedoeng Joeang 45, keriuhan yang mau minta selfie bersamanya nyaris tidak teratasi. Itu pun masih ada beberapa diantara peserta seminar itu yang tangkas memperoleh foto bersamanya.

Sebelum dapat giliran bicara, Rocky Gerung mendapat hadiah buku khusus dari penulisnya, Sri Bintang Pamungkas yang juga jadi narasumber pada seminar nasional yang seharusnya kata Rocky Gerung harus dan patut disebut seminar rasional, karena pesertanya minimal adalah mahasiswa dan para alumni perguruan tinggi terdidik dan cerdas. Punya akal sehat yang waras.

Jadi tidak logik bila tak bisa menghasilkan buah pikir yang brilian guna membangun cara berbangsa dan bernegara yang baik dan benar. Karena topik dari tajuk bincang seminar itu pun “Menggugat Keabsahan UUD 1945 versi Amandemen tahun 2002: Meluruskan Sejarah Kembali ke Jatidiri Bangsa”.

Ikhwal buku karya Sri Bintang Pamungkas yang diterima Ricky Gerung pun langsung menjadi periambule topik yang pembicaraan awalnya yang juga berkisar pada kebrengsekan parlemen (DPR dan MPR RI) yang sudah empat kali menggoreng UUD 1945 yang sudah dianggap basi itu hingga menjadi UUD 1945 versi amandemen tahun 2002.

Judul buku Sri Bintang Pamungkas yang dianggap Rocky menarik itu karena meramalkan ” Pasca Rezim Jokowi” yang bakal runtuh sebelum rampung masa baktinya. “Tapi sialnya banyak orang yang tidak percaya dengan ramalan itu”, kata Ricky Gerung dengan suaranya yang datar. Tapi toh,tepuk sorak peserta seminar pun bergemuruh memberi apresiasi yang gembira, entah apalah arti filosofisnya.

Begitulah kasandra paradox, kata Rocky Gerung tentang orang yang tidak percaya dengan ramalan. Karena itu dia pun merasa lebih layak kembali pada topik seminar nasional yang seharusnya ditulis seminar rasional.

Karena untuk menggugat DPR-MPR RI harus berbasis akal sehat. Harus lebih kuat argumen intelektual dan harus lebih bermutu. Tapi di sejumlah tempat diskusi dan seminar, Rocky Gerung bersaksi justru mahasiswa yang lebih baik nalar akal sehatnya dibanding alumni.

Atas dasar itu juga aktivis tahun 1990 ini memilih beroposisi untuk memperkuat argumentasi guna melakukan perlawanan terhadap rezim penguasa yang angkuh dan dzalim serta pendek akal tapi panjang hidungnya seperti Pinokio.

Karena Rocky Gerung mengaku ingin mengembalikan akal sehat, maka untuk membahas carut marut UUD 1945 yang sudah didaur ulang empat kali itu, harus diyakini terlebih dahulu bahwa konstitusi kita sungguh tidak berdaya dalam kekuasaan global. Sebab fakta politiknya, rakyat Indonesia tidak bisa menghadapi kekuatan global.

Karenanya, pemahaman terhadap kedaulatan untuk rakyat yang dipaham dengan terkilir itu pun perlu diluruskan, sesungguhnya kedaulatan itu bukan untuk rakyat, tetapi kedaulatan itu sejatinya milik rakyat.

Jadi kedaulatan rakyat itu harus tetap dipelihara, dipertahankan mana kala ada yang mau menganulir milik rakyat yang paling asasi itu.

Makna petisi pun yang digunakan sebagai nama atau simbol harus dimaknai berbeda dengan forum yang lain. Karena maknanya harus jelas dan tegas mencerminkan sikap kritis dan cerdas. Namun sekarang dapat dimaklum, karena memang sedang terjadi krisis akal sehat. Maka krisis ekonomi pun bisa segera menyusul bersama krisis lainnya.

Indikator dari krisis global yang menggasak Indonesia sekarang ini kata Rocky Gerung seperti surat madat seorang kawan yang terpilih jadi anggata dewan, jusru digadaikan untuk pinjam duit di Bank. Ini kan sungguh konyol. Namun bagi kita yang cerdas, bisa segera dipahami sebagai penakar moral dan mental yang ambruk.

Edt: Redaksi (AN)