RSN: Sudah Saatnya Untuk Bangkit, Jangan Biarkan Ibu Pertiwi Terus Menangis

Foto: Ist

“Sudah waktunya bangkit jangan biarkan Ibu pertiwi terus menangis,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Analis Politik Senior, Rahman Sabon Nama mengatakan bahwa Omnibus Law yang diributkan sekarang sudah terlambat karena sudah berjalan dan di praktekkan di mana telah banyak memakan korban sebagian rakyat kecil di berbagai daerah yang tanahnya dicaplok dengan alasan investasi/pembangunan.

Padahal, sebelumnya ketika demo buruh yang fenomenal dan dahsyat sudah diingatkan untuk tidak dibawa ke MK karena akan sia-sia. Sekarang hal tersebut menjadi nyata, UU yang berbau komunis China tidak hanya merugikan para pekerja, tetapi juga mengancam kehidupan para petani dan rakyat pribumi.

“Sudah terlambat untuk di masalahkan karena kekeliruan rekan-rekan KSPI dengan membawa ke MK, hemat saya satu-satunya perjuangan yang tersisa adalah segera melakukan konsolidasi kebangsaan membangun kekuatan rakyat buruh, mahasiswa, ulama dan rakyat untuk bersatu agar UU tersebut segera dicabut,” kata Rahman Sabon Nama kepada redaksi, Rabu (21/4).

Karena, lanjutnya, bila tidak dilakukan sama halnya kita ikut mengkhianati bangsa dan rakyat dengan ikut memberi jalan agar PKI serta komunis berkuasa di bumi pertiwi yang diperjuangkan dan di merdeka kan oleh para ulama dan umat yang religius ini.

“Sudah waktunya bangkit jangan biarkan Ibu pertiwi terus menangis,” tutupnya. (APL)

Edt: Redaksi (AN)