Rutan Siak Riau Kebakaran, 1 Polisi Tertembak, 31 Tahanan Kabur

Foto: (Ist)

“Kami sedang melakukan pendalaman penyebab dan kronologisnya. Tim terdiri dari Ditjenpas, Itjen, Kanwil Riau dan Kepolisian setempat,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Kerusuhan yang berakhir kebakaran terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Siak, Riau. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.00 Wib dini hari, Minggu (11/05). Kejadian ini diduga dipicu penemuan narkoba di salah satu blok hunian.

Akibat kejadian ini, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Sri Puguh Budi Utami bersama pejabat lainnya langsung turun meninjau lokasi kejadian.

Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjenpas, Lilik Sujandi mengatakan masih mendalami kejadian ini. Tim gabungan sudah diturunkan untuk melakukan investigasi.

“Kami sedang melakukan pendalaman penyebab dan kronologisnya. Tim terdiri dari Ditjenpas, Itjen, Kanwil Riau dan Kepolisian setempat,” ungkap Lilik dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/5).

Lilik menuturkan, sejauh ini kejadian diduga karena penemuan sabu di blok tahanan perempuan.

“Berdasarkan info dari kepala rutan Siak, kejadian bermula dari ditemukannya narkoba yang diduga jenis Sabu dalam lipatan baju atas nama Y di blok wanita oleh salah seorang pegawai rutan,” imbuhnya

Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Karutan Siak. Kemudian diputuskan untuk dilakukan penggeledahan di blok tahanan perempuan. Selain itu, petugas rutan juga turut berkoordinasi dengan Kasat Narkoba Polsek Siak, AKP Jaelani.

Sekitar pukul 21.45 Wib Kasat reskrim narkoba beserta anggotanya tiba di Rutan dan langsung melakukan pemeriksaan dan pengembangan. Setelah dilakukan penyelidikan intensif dan BAP, ditetapkan 3 tahanan terbukti mengkonsumsi narkoba yakni IM, Z dan D.

“Selanjutnya pada pukul 00.35 ketiga tahanan tersebut dimasukkan ke ruang hunian dengan pengawalan petugas,” lanjut Lilik.

Sekitar pukul 01.10 Wib, terjadilah pemberontakan oleh tahanan yang menjebol pintu blok sel tahanan. Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo pun langsung terjun ke lokasi saat menerima laporan dari petugas rutan.

Akibat kejadian ini, 31 dari 648 tahanan dan narapidana masih dalam pengejaran petugas. Mereka kabur saat pembakaran terjadi. Untuk tahanan dan napi lainnya saat ini sedang dilakukan pemindahan oleh jajaran kanwil.

Di sisi lain, Lilik menegaskan pihak Ditjenpas serius dalam melakukan pemberantasan narkona. Adanya risiko perlawanan dari pihak tahanan maupun narapidana tidak menyurutkan upaya bersoh-bersih ini.

“Untuk itu kami akan melakukan penyelidikan secara lebih dalam, apa sebenarnya yang menjadi pemicu utama, apakah ada provokator yang menunggangi. Karena pidana terbanyak di Rutan Siak adalah Narkoba,” kata Lilik.

“Kami akan kembali mengevaluasi dan meningkatkan langkah progresif penanganan dan upaya preventif untuk mencegah terjadinya peristiwa yang sama di lapas rutan lain, ” sambungnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Sunarto tak mau terlalu jauh menyampaika penyebab kerusuhan ini. Sebab, hal itu menjadi kewenangan Ditjenpas sebagai pengawasnya.

Sejauh ini hanya diketahui kalau kebakaran terjadi buntut keributan antara narapidana dengan petugas di dalam rutan tersebut. Dia meminta publik bersabar sampai pemeriksaan rampung untuk mengetahui asal api.

Polisi juga hingga kini masih mendalami dugaan indikasi perlakuan tidak mengenakan dari aparat internal rutan kepada napi saat ditemukan narkoba sehingga, akhirnya memicu kerusuhan. dalang kerusuhan juga masih ditelusuri.

“Yang jelas dampak dari kerusuhan yang timbul sehingga mengakibatkan terbakarnya rutan,” ucap Sunarto.

Meski begitu, dari kejadian ini juga turut melukai Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Siak, AKP Jailani. Dia jadi sasaran salah tembak saat mengecek langsung rutan Siak. Beruntung dia hanya terkena peluru karet.

“Iya terkena (tembakan). Tapi tidak apa-apa sudah ditangani,” tambah Sunarto.

Tembakan ini sendiri diduga berasal dari pistol milik petugas rutan.

“Hingga kini masih didalami siapa yang merebut pistol dengan peluru karet itu,” pungkas Sunarto.

Edt: Redaksi (AN)