Saksi Ahli Pidana: JPU Ngawur Dalam Memberi Tuntutan terhadap Yudi Syamshudi Suyuti

Foto: Doc. Anirwan

“Tuntutan Jaksa terhadap terdakwa Yudi Syamshudi Suyuti menurut saya sangat di paksakan dan ini tidak masuk unsur Pidananya,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Persidangan Yudi Syamhudi Suyuti terdakwa penyebaran berita bohong video viral rakyat nusantara kembali di gelar di Pengadilan Jakarta Selatan,agenda persidangan tersebut mendengarkan Saksi ahli Pidana Dr. Abdul Chair Ramadhan.SH.,MH.

Persidangan dihadiri empat Penasehat hukum terdakwa Tonin Tachta Singarimbun ,SH., Doni Silitonga.,SH.MM.,Suta Widhya., SH ., Nikson Sihaan., SH., Tonin menuturkan bahwa tuntutan Jaksa terhadap terdakwa Yudi Syamshudi Suyuti terlalu di paksakan karna Menurutnya tidak masuk unsur pidananya.

“Tuntutan Jaksa terhadap terdakwa Yudi Syamshudi Suyuti menurut saya sangat di paksakan dan ini tidak masuk unsur Pidananya,” ujar Tonin kepada awak media di Pengadilan Negri Jakarta Selatan (26/8/2020).

Semetara itu saksi ahli pidana Dr. Abdul Chair Ramadhan.,SH. MH., menjelaskan bahwa tuntutan Jaksa terhadap terdakwa Yudi ngawur alasannya bahwa tuntutan tersebut tidak jelas karena pasal 146 tersebut tidak berdiri sendiri dan itu berpasangan dengan delik undang-undang IT.

“Ini salah penerapan hukum dalam bahasa umum karna pasal 146 tersebut tidak berdiri sendiri dan itu seharusnya berpasangan dengan Undang-undang IT,” ujarnya

kemudian Abdul juga menuturkan perkara tersebut tidak sesuai dengan azas serta salah dalam menerapkan serta dianggap nglantur karna tidak memenuhi unsur dan terdakwa harus di bebaskan.

“Perkara tersebut tidak sesuai karna salah dalam menerapkan hukum dan ini ngelantur dalam penerapannya karna tidak masuk unsur pidananya maka terdakwa harus di bebaskan,” tutupnya.

Sementara itu JPU enggan memberi keterangan ketika di konfirmasi awak media terkait perkara tersebut. (Anirwan)