Sambil Menahan Sedih, Melvin Edward Mencurahkan Isi Hatinya Saat Membaca Pleidoi

Foto: Melvin Edward saat membaca pledoi di PN Jakarta Barat, Selasa (3/3/2020/ist

“Saya menyesalkan dengan tuntutan saudari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam hal ini ibu Tri Megawati”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Melvin Edward alias Pontoh membacakan pembelaan pribadinya di depan Majelis Hakim Jakarta Barat usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 6,6 tahun penjara.

Dalam pledoi Melvin mencurahkan isi hati yang ditulisnya dalam kertas tentang kesedihannya berada dalam rumah tahanan Salemba.

Serta keinginannya untuk segera direhabilitasi karena ingin sembuh dari ketergantungan narkoba yang selama ini dirasakan.

Saat membacakan pledoi, Melvin tampak bicara lugas dan sempat permisi ke hakim yang mulia untuk mengambil air yang sudah dibawa sebelumnya.

“Saya menyesalkan dengan tuntutan saudari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam hal ini ibu Tri Megawati. Sungguh saya merasa hukum seolah-olah hanya berlaku benar untuk mereka yang kaya, tidak bagi masyarakat kecil,” ujar Melvin didepan Hakim yang Mulia, di Pengadilan Negeri, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, Selasa (3/3/2020).

Dia juga sempat mempertanyakan kredibilitas Jaksa Penuntut Umum Tri Megawati yang menandatangani surat tuntutan.

Dikarenakan dinilai oleh Melvin ini merupakan tindakan yang semena-mena.

“Karena ketidaksanggupan saya memenuhi keinginan mereka, apakah hukuman yang pantas saya terima?,” tanya Melvin saat bacakan surat pembelaan.

Padahal Melvin sudah dinyatakan tidak terbukti sama sekali dengan dakwaan primer, yang mana itu adalah syarat mutlak untuk mendapatkan rehabilitasi.

Sebelumnya, Melvin tertangkap tangan mengkonsumsi narkoba jenis sabu (methampetamin).

Polisi menangkapnya pada Kamis dinihari, 13 Juni 2019, di Apartemen Mediterania, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat dengan barang bukti sabu seberat 0,41 gram kotor.

Perjalanan panjang yang dilalui Melvin di Rumah Tahanan Salemba menjadikan dinamika proses hukum yang dinilai seharusnya bukan dihukum

“Rekan Jaksa Penuntut Umum seharusnya dapat mendiskripsikan perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur pasal 127 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan bukan menghukum terdakwa dengan ketentuan pasal 112 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar Kuasa Hukum Melvin, T Bintang S EL Tamrin.

Bintang berharap agar dalam nota pembelaan ini, agar kiranya Majelis Hakim Pemeriksa Perkara dapat mempertimbangkannya. (ZS)

Edt: Redaksi (AN)