Sang Pendosa Masuk Surga

Foto: (Doc. Norman Arief)

Lantas apakah kita harus menghukum mereka sebagai ahli surga atau neraka?

Oleh : Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Syair-syair cinta iramanya perlu dihidupkan dalam jiwa kita.

Meski jiwa itu terkadang selalu diskusi dan berdebat dengan alam fikir.

Sering orang tiba-tiba teringat akan dosanya dan menjadi paranoid.

Ada juga yang berlomba-lomba menumpuk dosa.

Lantas apakah kita harus menghukum mereka sebagai ahli surga atau neraka?

Sang Pendosa bangga akan perbuatan dosanya…

Sang Munafik menutup rapat dosa yang dibuatnya agar tidak ada yang tahu…

Lantas dimana posisi kita akan dosa yang sudah ada ataupun yang akan dilakukan…?

Apakah kita akan disingkirkan dari surga?
Atau kekal di neraka.

Ahhh…sudahlah surga dan neraka itu kan fiksi
yang sejatinya diyakini..

Kehidupan ini lah non fiksi.

Hmmm….

Jadi apakah kita akan memilih dosa yang terbaik?

Atau pura-pura tidak berbuat dosa?

Yaa…diam-diam sajalah kalau berbuat dosa, cukup setan saja yang tahu.
Dan biarkan malaikat mencatatnya.

Silahkan saja bermimpi bersama mayat-mayat dialam kubur. Hingga akhirnya terlena dan lupa surga itu dimana?

Berfikir liar pun tidak berdosa, yang berdosa itu jika manusia tidak mau berfikir.

Edt: Redaksi (AN)