Sat Reskrim Polres Bogor Berhasil Tangkap Pelaku Curatmor

Foto: (Ist)

“Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman  pidana kurungan maksimal 7 tahun,”

Bogor (Bintangtimur.net) – Sat Reskrim Polres Bogor berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan kendaraan bermotor (curatmor) roda 2 pada Minggu (21/9) di Parkiran Perum Bumi Sentosa, Kecamatan Nanggewer, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Menurut informasi yang didapat, Selasa (15/10), Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena menjelaskan, pelaku melakukan pencurian dengan pemberatan terhadap sepeda motor yang terparkir di halaman dan di pinggir jalan dengan cara merusak kunci kontak kendaraan sepeda motor dengan menggunakan kunci palsu/letter “T”.

Ita juga menjelaskan, pada Minggu (13/10) pukul 03.00 WIB di Kampung Leuwikotok, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, personel Sat Reskrim Polres Bogor, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi telah melakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka pelaku curanmor, di rumah kontrakan (JML).

“Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti senjata api, senjata tajam (samurai), kunci letter T, dan beberapa sepeda motor hasil curian,” kata Ita.

Dikatakang Ita, dari keterangan pemeriksaan awal pelaku merupakan pemain curanmor lintas Provinsi, yang melakukan aksinya dengan menggunakan senjata api rakitan dan sajam. Selanjutnya para tersangka dan barang bukti diamankan ke Polres Bogor untuk diproses secara hukum.

“Adapun identitas pelaku yaitu EF (yang melakukan pemetaan lokasi), MS (pelaku utama/pemetik ranmor dan pembawa senpi) dan JML (sebagai joki). Sementara korban bernama Aji Rizki Nurdiansyah,” ucap Ita.

Ita mengungkapkan, dari hasil pengungkapan kasus tersebut telah diamankan 1 (satu) pucuk senpi rakitan jenis revolver, 3 (tiga) butir peluru, 2 (dua) buah kunci magnet, 1 (satu) buah obeng, 1 (satu) buah kunci L, 1 (satu) buah tang, 2 (dua) buah gagang kunci leter “T”, 2 (dua) buah kunci kontak sepeda motor, 1 (satu) buah sajam jenis samurai dan 8 (delapan) unit sepeda motor berbagai merek

“Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman  pidana kurungan maksimal 7 tahun,” tutup Ita. (NH)

Edt: Redaksi (AN)