Satpam Tewas Digigit Ular, Warga Donasi 32 Juta

Foto: (Ist)

“Dalam acara tersebut, warga memberikan kepedulian uang sebesar Rp 32 juta dan akan menanggung biaya sekolah 2 anak korban selama satu tahun.”

Tangerang (Bintangtimur.net) – Warga Cluster Michelia dan lintas cluster, Gading Serpong, diwakili oleh Michael Zimbalist memberikan bentuk kepedulian kepada keluarga korban gigitan ular dimana berdampak wafatnya seorang satuan pengamanan bernama Iskandar dalam tugasnya, kepedulian diterima langsung istri dari korban, di saksikan ketua RW 02, bertempat di Kampung Cihuni, Pagedangan, Jum’at siang (23/08/2019).

Dalam acara tersebut, warga memberikan kepedulian uang sebesar Rp 32 juta dan akan menanggung biaya sekolah 2 anak korban selama satu tahun.

Abdullah sebagai ketua RW setempat mengucapkan terima kasih atas kepedulian para warga yang telah membantu keluarga korban.

“Saya sebagai ketua RW, mengucapkan banyak-banyak terima kasih, mungkin ini sudah nasib, kita tidak bisa merubah nasib,” ujar Abdullah.

Foto: (Ist)

Demikian dengan kakak ipar korban, Sahroni, merasa ikhlas atas kejadian ini namun sedih mengingat ketiga anaknya.

“Saya sebagai kakak kandung Siti Raudoh yaitu istri almarhum, sudah menerima kejadian ini, saya ikhlas namun saya sedih terutama terhadap tiga anaknya,” kata Sahroni.

Selain ketua RW dan keluarga korban, perwakilan warga dari lintas cluster, Michael Zimbalist menegaskan bahwa ini adalah sebuah kepedulian pengurus, warga Cluster Michelia dan lintas cluster atas kejadian ini.

“Ini adalah satu tanda kepedulian pengurus dan warga Michelia bahkan sampai lintas cluster yang peduli atas kejadian ini,” ucap Michael.

Kepedulian ini diharapkan dapat membantu keluarga korban dalam memenuhi kebutuhan harian.

Foto: (Ist)

“Saya berharap uang kepedulian yang digalang bisa berguna untuk kelangsungan hidup atau biaya lainnya yang diperlukan oleh keluarga almarhum,” tambah Michael.

Selain kepedulian berupa uang tunai, Pengurus Michelia akan menanggung biaya sekolah 2 anak almarhum.

“Kami dari pengurus Michelia, juga peduli kepada anak-anak almarhum, ada 2 anak yang masih sekolah, Kami sebagai pengurus Michelia akan menanggung biaya sekolah selama satu tahun,” lanjut Michael.

Michael berterima kasih kepada para donatur dari warga Michelia dan lintas cluster.

“Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang telah menyaksikan berjalannya penyerahan kepedulian ini dan terima kasih kepada seluruh donatur,” tutup Michael.

Diketahui bahwa Iskandar, meninggal dunia setelah hampir 12 jam terkena gigitan seekor ular berbisa jenis Welang atau Banded Krait, pada Selasa 20 Agustus 2019 lalu.

Saat itu, Iskandar berusaha menangkap ular dengan peralatan seadanya ketika ada warga Cluster itu memanggil dan meminta tolong agar menangani ular yang berkeliaran di area taman perumahan tersebut.

Iskandar dan rekannya bernama Jaelani yang saat itu sedang berjaga mendatangi lokasi ditemukannya ular. Laporan warga yang mereka terima sekitar pukul 18.30 WIB. Sesampai di lokasi, Iskandar menangkap ular itu dengan peralatan seadanya, yakni gagang sapu lidi.

Iskandar mampu melumpuhkan ular itu dengan cara menjepit kepala ular Welang dengan tongkat gagang sapu lidi. Namun, saat ia akan menangkap dengan memegang bagian kepala, ular itu mendadak langsung mengigit jari telunjuk kirinya.

Tidak lama, Iskandar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida. Di rumah sakit itu tidak tersedia serum anti bisa ular. Korban tersengat ular berbisa itu akhirnya dilarikan ke RS Umum Kabupaten Tangerang, namun meninggal dunia sekitar Rabu pagi, 21 Agustus 2019 pukul 05.50 WIB.

Edt: Redaksi (AN)