Sejuta Orang Meninggal Akibat Corona, Indonesia Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Foto: Ilustrasi

“Kita tidak akan bisa menguubah orang lain, namun kita bisa mulai mengubah perilaku diri sendiri”

Oleh: Mang Ucup

(Sebaiknya dibaca sampai akhir tulisan)

The Netherlands (Bintangtimur.net) – Satu rekor tonggak sejarah yang sangat menyedihkan sekaligus amat mengerikan! WHO melaporkan bahwa jumlah kematian akibat Corona di seluruh dunia telah tembus dan melewati angka satu juta orang.

Mereka meninggal hanya dalam jangka waktu enam bulan saja! Penyakit AIDS yang paling ganas sekalipun, membutuhkan waktu 75 tahun untuk bisa mencapai level jumlah kematian satu juta orang!

Bahkan diprediksikan dalam jangka waktu tiga bulan mendatang akan meningkat menjadi dua kali lipat sehingga dua juta yang meninggal. Kini, sekitar 2,5 juta orang yang terpapar Corona telah tercatat dalam daftar kematian berikutnya.

Satu juta orang meninggal di saat Pandemi Corona ini berarti satu juta keluarga yang ditinggal oleh orang yang mereka kasihi.

  • Tanpa bisa memberikan pelukan yang terakhir.
  • Tidak bisa mengucapkan kata perpisahan lagi.
  • Pemakaman yang sepi tanpa dihadiri entah oleh siapapun juga.
  • Bahkan mereka merasa takut untuk berkujung, walaupun anggota keluarga yang paling dekat sekalipun.

Pada saat ini, terdapat sekitar 34 juta orang yang kejangkitan Corona dan sekitar tujuh miliar manusia yang setiap saat bisa saja ketularan, karena belum divaksin. Kita harus menerima kenyataan pahit dan mengerikan bahwa sang maut akan membayangi kita terus-menerus tanpa bisa diketahui sampai kapan!

Di negara adikuasa Amerika saja sudah lebih dari 200 ribu orang meninggal akibat Covid-19 atau tiga kali lipat dari jumlah tentara AS yang meninggal saat perang Vietnam. Sementara itu, di Indonesia sudah lebih dari 11 ribu orang yang meninggal akibat Corona; dimana lebih dari 115 orang di antaranya adalah dokter. Ini menunjukkan terdapat 10 orang dokter meninggal setiap seribu orang yang wafat akibat virus Corona.

Apakah besok Anda masih bisa sehat seperti sekarang ini? Belum tentu! Apakah minggu depan Anda masih hidup? Belum tentu juga!

Bahkan mungkin saja tulisan ini adalah tulisan terakhirnya dari mang Ucup sebelum sang maut menjemput Mang Ucup. Mengingat usia saya sudah mencapai 78 tahun, berarti sudah termasuk dalam daftar kloter berikutnya.

Para ilmuwan maupun politikus hanya punya satu solusi saja ialah lockdown. Namun berapa lama manusia bisa dikandangkan terus-menerus seperti hewan?

Apakah benar tidak bisa dilawan? Kenyataan dan terbuktikan pula bahwa Pandemi Corona ini bisa dilawan dan dicegah. Syaratnya hanya satu saja ialah disiplin dengan memenuhi peraturan jaga jarak dan pakai masker.

Di Afrika, negara Ruanda dengan jumlah penduduk lebih dari 12 juta orang, ternyata hanya 29 orang saja yang meninggal akibat Corona. Selandia Baru dengan jumlah penduduk lima juta orang, hanya 25 orang meninggal akibat Corona.

Di Asia pun demikian. Misalnya di Taiwan dengan jumlah penduduk 23 juta orang, hanya delapan orang yang meninggal. Begitu juga Vietnam, dengan jumlah penduduk hampir 100 juta orang, ternyata hanya 25 orang yamg meninggal.

Mereka bisa berhasil tanpa harus mengeluarkan dana triliun untuk beli obat vaksin. Mereka melawan virus Corona hanya dengan patuh dan disiplin saja!

Kenapa di Indonesia tidak bisa?

Mana lebih penting PHK, usaha ataukah kehidupan?

Selama kita masih hidup selama itu pula kita masih punya kesempatan untuk bisa berbalik ke normal kembali seperti sediakala. Namun setelah kita meninggal berarti tamat – the end and finish forever! Moso sih Indonesia kudu keok oleh Vietnam ataupun Taiwan, malu atuh euuuy!

Jika Vietnam dan Taiwan bisa mengatasi pandemi Corona ini dengan baik, seharusnya Indonesia pun bisa-Yes We Can! Yuk kita patuhi secara bersama!

Bangsa Indonesia terkenal dengan sifat gotong-royong. Kenapa kita tidak bisa gotong-royong untuk memerangi Corona? Ataukah mungkin Anda sudah kebelet ingin buruan pulang mudik to Heaven?

Death Or Live, It Is Your Choice – lebih baik Choose Live-lah! Pilihlah Kehidupan, supaya engkau hidup, baik dirimu sendiri maupun keturunanmu.

Kita tidak akan bisa menguubah orang lain, namun kita bisa mulai mengubah perilaku diri sendiri.

Mohon bantu di-share sebanyak dan seluas mungkin demi kepentingan bersama kita!

Edt: Redaksi (AN)