Sekjen FWJ Plintat Plintut Diminta Penjelasan Atas Mencatut Dua Nama Media

Foto: (Ist)

“Lancang dan tidak beretika itu namanya, masa wartawan tidak tahu cara mengkonfirmasi”

Depok (Bintangtimur.net) –  Deklarasi Forum Wartawan Jakarta yang telah dilangsungkan pada (28/07/19) di Gedung Joeang 45, menyisakan pertanyaan besar dan terancam akan dilaporkan ke Dewan Pers serta ke ranah hukum. Pasalnya telah mencantumkan beberapa nama media sebagai pendukung deklarasi tersebut tanpa ada izin dari media tersebut.

Norman Arief menuturkan bahwa dirinya selaku pemilik media online www.bintangtimur.net dan sebagai pimpinan umum media online www.inspiratormedia.id tidak pernah dihubungi bahkan tidak diundang dalam acara tersebut.

Bahkan tidak tahu menahu adanya kerumunan wartawan Jakarta yang terwadahi menjadi Forum Wartawan Jakarta. Namun disayangkan kedua media yang tengah dibesarkannya itu dicatut dan terpampang dalam “banner” acara sebagai media pendukung.

“Lancang dan tidak beretika itu namanya, masa wartawan tidak tahu cara mengkonfirmasi. Jelas sekali disini kualitas dan profesionalitas FWJ mencirikan sebagai wartawan tidak paham kode etik. Bagaimana berita-berita yang dihasilkan bisa berkualitas dan tidak hoax. Faktanya mencatut nama media yang menguntungkan sepihak saja,” ujarnya.

Foto: (Ist)

Pasca deklarasi tersebut dirinya sudah menegur salah seorang pengurus FWJ berinisial ZS terkait pencatutan kedua medianya. Bahkan meminta nomor kontak ketua FWJ, namun tidak juga diberikan. Akhirnya mencoba menghubungi sekjen FWJ yang bernama Ichsan untuk mengkonfirmasi perihal pencatutan nama medianya via whatsapp.

Namun tidak didapati jawaban yang memuaskan dan rasional, bahkan terkesan plintat plintut dengan alasan nanti akan ditelepon sama Ketua.

Bahkan hingga berita ini diturunkan Norman tidak juga ditelepon oleh ketua FWJ terkait pencatutan nama medianya.

“Atas dasar apa FWJ mencatut nama medianya sebagai pendukung. Sebenarnya yang menjadi esensi terbentuknya forum tersebut personal si wartawan atau media-media. Legalitasnya apa, sekretariatnya dimana, tujuannya apa, sedangkan menjawab konfirmasi saja plintat plintut,” ujar Norman.

“Saya dalam kesempatan ini berharap ketua FWJ bisa menemuinya dan mempertanggung jawabkan atas pencatutan nama kedua media saya dalam deklarasi tersebut,” tegas Norman.

Selain itu dirinya sudah berdiskusi kepada wartawan-wartawan senior, mereka mengatakan bahwa FWJ sudah bisa dilaporkan kepihak berwajib atas tindakan pencatutan nama media.

“Seenaknya saja mereka main cantumkan media sebagai pendukung FWJ, profesionalitasnya dimana. Jika ketua FWJ tidak menemui saya, maka saya akan laporkan ke Dewan Pers dan pihak yang berwajib,” pungkas Norman.

Edt: Redaksi (AN)