Selamat Jalan Abah Gozali Sudrajat

Foto: (Ist)

“Terlalu banyak yang di kenang atas amal baik beliau”

Oleh: Muslim Arbi (Sahabat dan Murid Abah)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Almarhum Abah Haji Gozali Sudarajat atau juga di kenal sebagai sebagai Abah Bandung atau Abah Ayie menghembuskan nafas terakhirnya di RS Hasan Sadikin Bandung pada Rabu pukul 04.00 WIB (11/03/2020) dalam keadaan Khusnul Khotimah.

Istrinya, Bu Henny Hendarsih menceritakan kepada saya saat saat menjelang wafat. Padahal Abah sudah tidak sadar dan di pasang alat untuk bantu pernafasan. Tapi di telinga Istrinya sempat terdengar suara pamitan oleh Abah. “Mah di tinggalkan heula ku Abah”.

Itu kalimat terakhir yang didengar istrinya. Sehingga Istrinya yang dengan setia mendampingi Abah selama 42 tahun itu berlarian menemui Dokter jaga sambil berucap. Abah sudah siuman. Ketika Dokter jaga datang ke ruangan, terlihat Abah sudah wafat. Meski di bantu untuk memancing pernafasan Abah dengan menekan-nekan dada Abah bekali-kali dan dilayar monitor pun terlihat detak jantung sudah nol.

Itu kisah di akhir hayat Abah yang sempat membisikan selamat tinggal atas Istri tercintanya. Disaat ruh mulia Abah meninggalkan alam fana.

Abah Haji Sudrajat atau Abah Ayie semasa hidupnya banyak sekali meninggalkan kenangan indah buat di kenang dan itu akan menjadi amal sholeh beliau di alam barzah hingga Yaumul Hisab.

Terlalu banyak yang di kenang atas amal baik beliau. Dari kalangan orang-orang terkenal, artis sampai masyarakat biasa. Saat ada yang datang ke Abah untuk minta tolong agar di bantu persoalannya. Abah pun dengan ikhlas dan senang hati menolongnya.

Saya menjadi saksi hidup atas sejumlah kenangan manis bersama Abah sejak mengenal beliau tahun 1998 sampai saat terakhir beliau wafat. Dua hari, yakni Senin 10 Maret 2020, saya berkali-kali di hampiri perasaan teringat kepada Abah. Dalam hati saya. Ada apa kok saya keingatan terus terhadap Abah. Saya coba hubungi di nomor hpnya berkali-kali tidak aktif. Juga anggota keluarganya tidak aktif.

Tiba-tiba, Rabu (11/03) saya di kabari Reza. Pah Abah Bandung meninggal. Saya tersentak kaget dan mengucapkan “innalillahi wa innailaihi raajiun”.. Ila Arwah hi Abah Haji Gozali, Alfatihah. Abah diketahui meniggalkan Istri, Henny Hendarsih, 5 Anak dan 8 cucu.

Saya tidak bisa ke Bandung untuk menghantarkan ke peristirahatan terakhir Abah. Baru hari ini saya sempat ke makam Abah di pemakaman keluarga Karang Harum Kota Bandung.

Abah Gozali ini ada cucu dari Gozali yang pernah menjadi pengawal Presiden Soekarno. Kakeknya Abah Pak Gozali sempat selamatkan nyawa Bung Karno saat terjadi peristiwa pengeboman Cikini. Saat itu granat yang di arahkan ke Presiden Soekarno itu di tangkap tangan oleh pengawalnya Pak Gozali dan granat itu meledak dan mengenai tangan nya.

Tangannya Pak Gozali kakeknya Abah pun putus. Dan Pak Gozali pun di kenal saat itu sebagai Gozali Buntung. Dan Pak Karno selamat saat itu. Demikian yang pernah di kisahkan oleh Abah tentang sejarah kakeknya.

Abah juga di kenal sebagai Tokoh Banten yang lahir di Pandeglang 30 November 1955, itu juga sangat mendukung terbentuknya Bank Banten. Itu di baca di Tabloid Indonesia Pertahankan Keutuhan Bangsa nomor 168/Tahun XII/Desember 2011. Dengan judul “Bank Banten Harga Mati”; Saat Banten masih di pimpin oleh Ratu Atut Chosiyah.

Abah juga sebagai Pendiri, Pembina dan Penasehat Manggala Garuda Putih yang sekarang di pimpin oleh Kang Joni Hidayat. Ormas yang sangat dikenal di Jawa Barat.

Saat menghantarkan ke peristrahatan terakhir banyak pelayat yang menyemut di sekitar rumahnya dan mendoakan dalam tahlilan di Gang Sukabakti I, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Semoga Abah dapat bahagia di alam barzah dengan limpahan karunia dari Allah Rabbul Izzati. Dan kami yang ada di dunia ini, suatu saat akan menyusul semoga mencapai Khusnul Khatimah. Aamiin

Edt: Redaksi (AN)