Simposium Nasional Untuk Masa Depan Indonesia

Foto: (Ist)

“Sangat diharap dapat memberikan sumbangan pemikiran serta ide maupun gagasannya untuk dapat dijadikan acuan dari strategi terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia,..”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Upaya untuk mencari jalan terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dengan diberlakukannya pasar bebas dan perang asimestris yang tidak bisa dielakkan oleh bangsa dan negara kita, Indonesia.

Sehingga harus dihadapi dengan segenap resiko dan konsekuensi logis dari beragam dampak negatifnya yang harus ditanggung oleh segenap warga bangsa Indonesia, maka strategi yang jitu dan efektif untuk dapat dijadikan pegangan serta harus dilakukan oleh segenap komponen bangsa semakin mendesak untuk merumuskan strategi budaya dari berbagai aspek atau semua sektor kehidupan.

Oleh karena itu, Eksponen Bangsa Indonesia merasa perlu menggagas acara Konferensi untuk dapat merumuskan konsep strategi budaya yang jitu dalam berbagai aspek atau sektor kehidupan guna menghadapi kondisi dan situasi obyektif yang tengah mengancam itu secara terstruktur, sistematis dan masif, yang memitivasi inisiatif warga masyarakat untuk secara bersama semua pemangku kepentingan perduli  melakukan kerja sama.

Utamanya dengan Lembaga Adat Gumi Sembahulun (LAGS) bersama lembaga riset serta kelompok kajian, ikatan cendekiawan, pihak universitas atau perguruan tinggi dan organisasi alumni perguruan tinggi negeri dan swasta, baik yang berada di luar negeri.

Sangat diharap dapat memberikan sumbangan pemikiran serta ide maupun gagasannya untuk dapat dijadikan acuan dari strategi terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia menyongsong masa depan yang lebih baik dan mempunyai daya saing, ‘setidaknya jika pun tidak lebih unggul,’ minimal setara dengan bangsa-bangsa di dunia.

Untuk mencari rumusan strategi budaya yang jitu ini, pertemuan pada hari Jumat, 20 Juni 2019, di Tim Jakarta, di sepakati acara Simposium Nasional Masa Depan Indonesia akan dilaksanakan di Lombok, Mataram ( Sembalun) pada 15-16 Juli 2019 yang dirangkai dengan Gawe Agung Upacara Adat Ngayu-ayu Gunung Rinjani, pada 17-18 Juli 2019.

Hasil rumusan dari simposium yang disampaikan para pakar serta tokoh dan kaum intelektual itu kami rencanakan juga akan diterbitkan dalam bentuk buku agar kemudian dapat disosialisasikan secara meluas supaya dapat jadi pegangan setiap warga bangsa Indonesia ikut merealisasikan dalam praktek  kehidupan sehari-hari.

Karena masalah masa depan bangsa dan negara Indonesia, khususnya untuk melawan pasar bebas serta perang asimetris yang sungguh telah terstruktur, sistematis dan masif harus dihadali bersama oleh segenap komponen bangsa, tanpa kecuali. Oleh karenanya, konsep yang jitu untuk dapat dipraktekkan secara gamblang dan gampang perlu segera dirumuskan agar supaya dapat segera pula dilakukan upaya perlawanan secara bersama.

Diantara narasumber yang kompeten untuk memberi paparan strategi pertahanan dan ketahanan hingga perlawan (budaya) itu meluputi berbagai segi yang meliputi:
Ketahanan dan Pertahanan Negara. Karena itu semua pokok pemikiran narasumber diminta bicara tentang stategi dari bidangnya masing-masing untuk menjadi acuan bangsa dan negara Indonesia untuk mambangun masa depan.

Idealnya narasumber meliputi semua bidang dan sektor.

Edt: Redaksi (AN)