Sintesis Cinta

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Kaum cinta putih inilah yang bertahan dan mempertahankan hakikat cinta”

Oleh : Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Sebuah tesis dalam narasi cinta masih saja disoal. Seolah cinta itu buta. Cinta dianggap sesuatu yang sakral. Dan lucunya kedudukan cinta bisa lebih tinggi dari “Tuhan”.

Lantas narasi antitesis berkembang seiring pengalaman manusia. Kaum sakit hati karena cinta mewabah dan berkolaborasi. Bahkan berbondong-bondong membuat aliran sakit hati.

Iya…
penyakit masa silam kaum “Luth” bermunculan atas nama cinta. Mungkin saja sebuah alasan kecewa lantaran cinta sucinya tak berbuah indah.

Iyaa…
Paradigma atau pelarian yang tak memahami hakekat cinta.

Dan…
Pada akhirnya narasi sintesis cinta bermunculan. Bahwa cinta itu putih dan layak memiliki istana cinta putih.

Kaum cinta putih inilah yang bertahan dan mempertahankan hakikat cinta.

Sudahlah biar saja alam fikir manusia perdebatkan cinta.
Dan akhirnya cinta sejati itu milik sang pencinta.

Edt: Redaksi (AN)