Sistem Transportasi Terintegrasi Di Wilayah Jakarta Akan Dikelola Oleh Join Venture

Foto (Ist): Jadi, pembentukan joint venture ini adalah untuk mengelola transportasi terintegrasi bukan hanya rutenya, tapi juga manajemenya dan pembayaran tiketnya dalam sistem GPN.

JAKARTA (Bintangtimur.net) – Gubernur DKI Jakarta menyatakan pengelolaan sistem transportasi terintegrasi di wilayah DKI Jakarta akan dilakukan oleh perusahaan patungan (joint venture). Joint venture ini nantinya akan dibentuk oleh BUMD bidang transportasi.

Menurut Anies, sistem transportasi ini nantinya juga akan diintegrasikan dalam sistem pembayaran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

“Jadi, pembentukan joint venture ini adalah untuk mengelola transportasi terintegrasi bukan hanya rutenya, tapi juga manajemenya dan pembayaran tiketnya dalam sistem GPN,” ucap Anies di Jakarta, Rabu (9/1).

Anies menyebut joint venture yang akan mengintegrasikan moda transportasi bus dengan MRT dan LRT itu, akan menjadi salah satu contoh pemanfaatan GPN.

“Itulah sebabnya kami membentuk joint venture, dengan begitu harapannya nanti tiga-tiganya akan bisa terfasilitasi dengan baik,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, integrasi itu akan meliputi moda angkutan bus dan MRT yang rencananya selesai terintegrasi pada Januari 2019 demi memenuhi target menjangkau 90 persen wilayah Jakarta dengan transportasi.

“Betul Januari ini MRT dan BRT akan memunculkan rencana pengintegrasiannya dan perluasan jangkauan. Karena saat ini baru 20 persen lebih warga DKI dan wilayahnya kalau nggak salah 23 persen yang terjangkau dengan BRT ini,” paparnya.

Setelah 90 persen terpenuhi, tambah Anies, lalu pihaknya akan menambah armada dan mengintegrasikan dengan moda transportasi kereta yang masih direncanakan. Kendati demikian, Anies tidak menyebut kapan perusahaan patungan tersebut akan terealisasi.

Senada itu, Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan perusahaan patungan sebagai pengelola sistem transportasi terintegrasi DKI Jakarta, Jak Lingko, menunggu terbitnya peraturan gubernur yang mengatur pembentukannya.

“Untuk mengelola Jak Lingko, akan dibentuk Joint Venture, saat ini masih proses pembentukan, nantinya akan ada Pergub yang membentuk itu,” kata Agung.

MeskiAgung tidak menjelaskan kapan pembentukan perusahaan patungan tersebut bisa dirampungkan, karena saat ini masih dalam tahap pengkajian, namun dia mengindikasikan perusahaan patungan tersebut akan terbentuk 2019 ini.

“Targetnya segera direalisasi dalam waktu dekat, 2019 ini terbentuk,” ujarnya menambahkan.

Saat ini, yang baru terintegrasi dalam sistem Jak Lingko baru moda transportasi jalan raya antara Transjakarta termasuk Kopaja dan Metromini, dengan sembilan dari 11 operator bus kecil (angkutan kota). (AN)