SPAG Tuntut Hentikan PHK Sepihak

Foto: Ist

“Sejauh ini, tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk berdialog bersama kami selaku pengurus serikat yang merupakan wakil dari pekerja,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Hari Senin, 22 Februari 2021, bertempat di depan pabrik PT TSI Aqua Sibayakindo, Sumatera Utara, telah dilakukan aksi untuk menolak penghentian hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap Indra Gunawan Ginting.

Perusahaan telah melanggar Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Aqua Grup tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial terkait PHK dengan melakukan PHK sepihak terhadap Indra Gunawan Ginting. PHK tersebut dilakukan tanpa melalui proses dan mekanisme bipartit sebagaimana diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Perusahaan juga telah melanggar aturan UU Ketenagakerjaan karena telah mengabaikan dan tidak memenuhi hak pekerja untuk mendapatkan upah dan hak-hak lainnya selama empat bulan. Padahal, PHK yang dilakukan oleh perusahaan belum tertuang dalam perjanjian bersama, belum memiliki ketetapan hukum dari lembaga yang menangani perselisihan hubungan industrial, dan belum ada mediasi arbitrase, konsiliasi, atau ketetapan dari Pengadilan Hubungan Industrial.

“Saya sudah empat bulan tidak terima gaji, dan saya pun tidak pernah menerima pesangon dan uang pisah jika memang dianggap sudah di-PHK oleh perusahaan,” kata Indra.

Indra Gunawan Ginting merupakan mantan Ketua Pengurus Daerah Sumatera Utara-Sumatera Barat Serikat Pekerja Aqua Grup. Terdapat kekhawatiran hal ini adalah upaya untuk membungkam suara-suara kritis dan union busting. Dalam aksi menyampaikan pendapat di muka umum yang didampingi oleh beberapa pengurus daerah Sumut-Sumbar, poin-poin utama yang disampaikan adalah:

1). Menolak PHK sepihak yang dilakukan manajemen perusahaan

2). Meminta manajemen segera membayarkan upah yang tidak dibayarkan selama 4 bulan

Ketua Umum Serikat Pekerja AQUA Grup (SPAG) Zulkarnaen mengatakan perusahaan telah melanggar isi PKB tentang PHK.

“Sejauh ini, tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk berdialog bersama kami selaku pengurus serikat yang merupakan wakil dari pekerja,” ucapnya.

Menurut Zulkarnaen, SPAG telah menyiapkan sejumlah langkah hukum baik ketenagakerjaan maupun pidana. SPAG juga siap melakukan unjuk rasa dalam skala nasional dan siap mengadukan sampai ke Danone Paris agar pelanggaran dan pengebirian hak pekerja/buruh tidak lagi dilakukan oleh pengusaha.

Aksi menyampaikan pendapat di muka umum yang dilakukan oleh Indra Gunawan Ginting ini dijamin oleh UU 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum yang sejalan dengan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang”.

Ada juga Pasal 9 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia “Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat, dalam hal ini termasuk kebebasan mempunyai pendapat dengan tidak mendapat gangguan dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan dan pendapat dengan cara apa pun juga dan dengan tidak memandang batas-batas”. (NH)

Edt: Redaksi (AN)