Sukses Karena Ditempa Masalah

Foto: Doc. Norman Arief

“Nikmati saja proses yang sedang berjalan hingga keberhasilan itu sendiri yang bicara”

Oleh: Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Narasi ini lahir lantaran efek stay at home dan banyaknya yang curhat dalam situasi pandemi Covid-19.

Ragam persoalan kehidupan sudah tentu tidaklah sama antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Terkadang kita melihat seseorang nampak muram dan tidak ada gairah hidup. Pernah juga penulis temui bahkan ada yang menjadi sakit jiwa (Tidak waras).

Iya … mereka yang tidak bisa kelola masalah baik itu ringan maupun berat.

Ada juga salah satu keluarga yang terlihat selalu damai, bahagia, nyaman, tentram, berkecukupan dan seakan hidupnya tidak ada masalah.

Hal ini mengundang berbagai kalangan untuk mengetahui, curiga, iri, bahkan bertanya-tanya apa dibalik rahasia suasana harmonis keluarganya.

Namun sesungguhnya di balik kebahagiaan mereka, tersimpan persoalan atau kesulitan yang tidak pernah diperlihatkan. Dengan kata lain pandai menyembunyikan persoalan. Sebab tidak ada manusia di muka bumi ini yang tidak memiliki persoalan.

Dalam lapisan kehidupan bermasyarakat terdapat sekelompok orang yang sukses. Lantaran pandai mengelola dan menghadapi persoalan. Sehingga sesulit apapun kondisi persoalan kehidupan keluarganya terlihat seakan baik-baik saja seolah tanpa ada masalah.

Iya … mereka yang berhasil mengelola segala persoalan dengan bijak.

Oleh karenanya, jangan terlalu cepat berhipotesis bahwa persoalan yang tengah melanda tidak dapat diselesaikan. Begitu juga sebaiknya jangan terlena dan terbuai melihat kesuksesan orang lain.

Carilah dan temukan akar persoalan yang ada. Urai satu-persatu dan selesaikan meski terasa berat. Janganlah lari atau bersembunyi dari persoalan tersebut. Yakini saja bahwa hari esok akan lebih baik.

Yakni dengan cara mensyukuri setiap ketentuanNYA. Bersabarlah dan jangan mudah putus asa atas cobaan dan ujian yang diberikanNYA. Ingatlah Dibalik kesulitan ada kemudahan (QS. Asy-syarh 94, 6).

Seekor anak burung yang baru lahir belum tentu pandai terbang. Begitu juga dengan anak manusia tidak lantas bisa berjalan, bahkan harus jatuh bangun belajar berjalan. Maka nikmati saja proses yang sedang berjalan hingga keberhasilan itu sendiri yang bicara.

Apalagi dalam menghadapi situasi pandemi covid-19 ini. Tidak perlu cemas, panik, khawatir yang berlebihan. Ikuti saja prosedur kesehatan yang ada. Tidak perlu berharap datangnya bala bantuan semisal sembako, bantuan langsung tunai atau sejenisnya. Tapi produktiflah dan berkreatiflah melihat peluang yang bisa dimanfaatkan secara positif.

Tidak perlu juga larut dan terlibat saling menyalahkan atas keadaan yang sudah terjadi. Tapi bangkitlah, berfikir positif dan mandiri untuk keluar dari kondisi yang terpuruk.

Bicaralah pada Tuhan dan diri sendiri, daripada membicarakan persoalan kepada orang lain. Selesaikan persoalan diri sendiri tanpa harus menyeret orang lain ikut terlibat dalam kesulitan kita.

Sebagai kata penutup dalam narasi ini, berdoa dan berikhtiarlah hingga senyum kebahagiaan itu hadir.

Edt: Redaksi (AN)