Sukses

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Banyak orang mengatakan bahwa sukses itu hasil akhir dari perjuangan. Maaf kali ini saya kurang sependapat”

Oleh: Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Teringat akan almarhum Guru beladiri saya Daeng Rewa, yang pernah mengatakan bahwa tidak perlu orang tahu bahwa kita seorang ‘guru’. Tapi ajarilah ilmu yang bermanfaat meski orang itu tidak mengetahui bahwa kita sedang transfer ilmu. Dan ingatlah jangan kita menggurui, bahkan biarkan saja jika ‘murid’ itu pada nantinya mengkhianati.

Iya…
Sebuah jiwa besar dan dituntut keikhlasan jika hal itu terjadi.

Sebelum saya lanjutkan narasi lepas ini, sejenak saya sruput teh pekat selagi hangat. Maklum beralih sejenak dari secangkir kopi karena sedang ada gangguan asam lambung.

Ahh…
nikmatnya teh pekat, baiklah saya lanjutkan. Banyak orang mengatakan bahwa sukses itu hasil akhir dari perjuangan. Maaf kali ini saya kurang sependapat.

Iya…
Justru orang ‘sukses’ itu adalah yang sanggup berjuang dan bertahan didalam proses itu sendiri. Disaat kesulitan, cacian, penderitaan, fitnah, ancaman, bahkan disaat tidak ada yang menolong seorangpun. Namun tetap berjuang hingga target akhir tercapai.

Iya…
Jika diakhir proses dan berhasil dikatakan ‘kesuksesan’, itu merupakan ‘piala’ atau hadiah.

Sependapat atau tidak biar sajalah, toh namanya alam berfikir itu bertanda sebagai manusia.

Hmm…
Teman merasa sudah sukses karena rumah dan kendaraan sudah dimilikinya. Seorang teman justru merasa belum sukses meski rumah dan mobil sudah dimilikinya. Teman satu lagi merasa belum sukses karena belum punya perusahaan sendiri. Ada lagi teman merasa sudah sukses meski rumah dan mobil belum dimiliki namun bebas dari hutang piutang.

Cukup beragam ‘survey keliling’ saya terhadap opini kesuksesan, namun bisa berepisode layaknya sinetron jika diurai.
Biar sajalah mereka menentukan kesuksesan itu berdasarkan alat ukurnya masing-masing.

Sedangkan sahabat pernah berdikusi dan bertanya apa saya sudah sukses?

Dan..
Singkat saja saya jawab bahwa saya lebih sukses dari orang sukses. Karena bisa tuliskan kisah sukses orang yang merasa sukses.

Sebagai kata perpisahan narasi, selamat sruput secangkir kopi.

Edt: Redaksi (AN)