Terbitnya Pergub No. 142 Tahun 2019 Diharap Penggunaan Kantong Plastik Semakin Berkurang

Foto: Diskusi Publik “Jadikan Jakarta Bersih dari Sampah Kantong Plastik, di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta (28/2) / bintanngtimur.net

“Jelas Pergub ini untuk melindungi warga itu sendiri dan meminimalisasi penggunaan sampah pegangan tangan (kresek)”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sampah masih menjadi polemik di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Maka untuk mengurangi populasi sampah di Ibukota, Pemprov menerbitkan Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.

Terbitnya Pergub ini kata Wahid, selaku Staf Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas Lingkungan Hidup dikarenakan bahwa kandungan sampah kantong plastik sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Jelas Pergub ini untuk melindungi warga itu sendiri dan meminimalisasi penggunaan sampah pegangan tangan (kresek), dengan menggunakan pegangan kantong yang ramah lingkungan,” terang Wahid, di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta, Jum’at (28/2).

Penggunaan pelarangan kantong plastik, lanjut Wahid, hanya pada pusat perbelanjaan. Kalau penggunaannya di warung masih boleh.

“Bulan Juli kita akan lakukan pengawasan dan penindakan Pusat Perbelanjaan (jika membiarkan para tenantnya menggunakan kantong plastik),” tegas Wahid.

Ditempat yang sama, Manto selaku Corporate Secretary Perumda Pasar Jaya, mengungkapkan pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi Pergub ini.

“Sosialisasi penggunaan kantong ramah lingkungan ini juga kami lakukan ke pasar-pasar, dan para pedagang dalam naungan Pasar Jaya,” jelas Manto.

Menurut Manto, dengan berlakunya Pergub No. 142 Tahun 2019 diharapkan penggunaan kantong plastik semakin berkurang terutama di pusat perbelanjaan. 

“Kebijakan ini akan diterapkan secara konsisten terutama kepada pusat perbelanjaan. Juga kepada pedagang yang masih menjual kantong plastik kepada tenant atau pelanggannya,” tegasnya (ZS)

Edt: Redaksi (AN)