Terimakasih Malam

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Lagi-lagi jiwa sunyi meronta melihat dunia yang semakin menyesakkan”

Oleh: Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Gelap malam setiap hari silih berganti tugas. Seiring munculnya sang bulan.
Dan matahari sibuk memutari porosnya.

Pada malam tiba jiwa sunyi bersahabat.
Bercengkrama apa yang telah dilewati dan akan dilewati saat matahari kembali berkunjung pada pagi hari.

Lagi-lagi jiwa sunyi meronta melihat dunia yang semakin menyesakkan.

Iya…
Dunia kini penuh noda dan dinodai. Teramat banyak najis-najis berserakan.
Tujuh kali bilasan tanah takkan mampu lagi mensucikan.

Iya…
Najis itu menjadi gunung.
Yang pada saatnya berterbangan bagai kapas. Dan menghempas bani Adam.

Hanyalah jiwa yang tenang bersimpuh dalam doa. Dan akan terselamatkan dari gunung najis yang terbang bagai kapas.

Iya…
Kaum jiwa tenang menangis. Sebagai penyangga bumi langit tak lagi bermakna.

Teramat banyak jiwa-jiwa suci menjadi robot.
Pada akhirnya sang semesta murka.

Apa bedanya gonggongan anjing dengan celoteh manusia tanpa adab.

Iya…
Hanya terimakasih pada malam telah hadirkan sepertiga malam.

Edt: Redaksi (AN)