Tidak Ada Organisasi Ideal

Foto: Google

“Berorganisasi itu harus memiliki komitmen, integritas, loyalitas, kapasitas dan kapabilitas”

Oleh: HM. Jusuf Rizal

Jakarta (Bintangtimur.net) – Saya belajar banyak di organisasi. Mulai tingkat RT hingga Nasional. Mulai Organisasi Usaha, Seniman, Wartawan, LSM, Ormas, Pekerja dan Buruh hingga Partai Politik. Lokal, Nasional hingga Internasional. Tidak ada yang ideal.

Dalam perjalanan berorganisasi, seringkali pengurus dan anggota berharap yang ideal. Semua harus sesuai dengan “Teks Book“. Padahal tidak demikian, karena roda organisasi sering tidak bisa ideal, bilamana semua lini tidak bergerak. Akhirnya ada yang kecewa, apatis, mundur dan keluar. Hal demikian buat saya sudah biasa.

Berorganisasi itu harus memiliki komitmen, integritas, loyalitas, kapasitas dan kapabilitas. Setiap mereka yang terlibat harus mampu menggerakkan dan jangan terlalu tergantung pada “Teks Book“. Improvisasi itu penting namun tetap dalam koridor konstitusi organisasi, agar tidak mudah dipatahkan oleh pihak yang tidak sepemikiran.

Berorganisasi adalah tempat melatih berbagai banyak hal. Kepribadian, jaringan, komunikasi sosial, psikologis sosial, manajemen organisasi, manajemen konflik, leadership, membangun kreativitas, politik, diplomasi, dan lain-lain. Organisasi adalah wadah “Candradimuka

Wadah “Candradimuka” merupakan suatu tempat untuk penggemblengan diri pribadi agar menjadi orang yang memiliki karkater pribadi yang kuat, terlatih dan tangkas. Hal itu belum tentu bisa kita peroleh di pendidikan formal. Di organisasi setiap orang dapat mengejawantahkan ilmu-ilmu yang dimiliki.

Untuk itu, tidak semua orang berorganisasi bisa menjadi “Winner“. Kadang mereka kalah dan patah. Sebagian yang tidak punya kemampuan selalu mencari pembenaran atas kelemahan sendiri. Tapi bagi mereka yang visioner akan terus bergerak menjadikan organisasi untuk meng-eksplorasi kemampuan prima.

Jadi tidak jarang organisasi itu yang aktif tidak selalu sebanyak pengurus sesuai SK. Ada yang super aktif, aktif dan pasif. Karena tidak semua memiliki “Chamestry = Kecocokan) yang sama dalam perjalanan. Bahkan mungkin tidak memiliki “Passion” — minat, ketertarikan atau gairah yang kuat terhadap organisasi.

Jadi, dalam berorganisasi, jangan berharap menemukan yang ideal. Yang diperlukan adalah bagaimana seseorang bergerak menjadikan organisasi sebagai wadah Candradimuka atas harapan-harapan ideal, melalui pengejawantahan kemampuan diri.

Edt: Redaksi (AN)