Usai Malaysia Hengkang, Tol Cipali Jatuh ke Tangan Kanada

Foto: (Ist)

“Kami berencana menambah porsi kepemilikan saham dari 45% jadi mayoritas (55%), sisanya berpartner dengan partner kami,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Perusahaan Malaysia, UEM Group Berhad bakal melepas seluruh porsi kepemilikan saham mereka sejumlah 55% di perusahaan pengelola Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), PT Lintas Marga Sedaya (LMS). Saat ini, proses negosiasi tengah berlangsung dengan PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra), yang memegang 45% saham di LMS.

CEO Astra Infra, Djap Tet Fa mengaku memang menggandeng investor dari luar untuk mengakuisisi saham UEM Group, yaitu investor Kanada. Ia menargetkan proses negosiasi akan selesai pada akhir November 2019.

“Kami berencana menambah porsi kepemilikan saham dari 45% jadi mayoritas (55%), sisanya berpartner dengan partner kami,” kata Djap Tet Fa dilansir CNBC Indonesia, Rabu (30/10).

Namun, Djap Tet Fa tak menyebut spesifik nama mitra investornya yang dari Kanada.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit sempat memberikan bocoran pemain baru yang menggantikan saham UEM Group Berhad.

“Dana pensiun Kanada,” ujarnya ketika dikonfirmasi pada Rabu (30/10/2019).

Ucapan Danang itu mengacu pada pengelola dana pensiun asal Kanada, Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB).

Danang bahkan menjelaskan bahwa Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement /CSPA) sudah diteken. Dalam hal ini, CPPIB mengambil alih secara penuh kepemilikan Tol Cipali bersama PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra).

Danang menilai, proses peralihan kepemilikan ini merupakan hal wajar. Hengkangnya perusahaan Malaysia yang digantikan oleh Kanada, juga merupakan keputusan yang berdasarkan business to business (B to B).

“Itu sepenuhnya B to B, jadi bisa ditanyakan ke Astra. Sebelumnya sudah ditandatangani CSPA,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, UEM Group Berhad saat ini memiliki porsi 55% kepemilikan Tol Cipali. Sedangkan sisanya dimiliki Astra Infra sebesar 45%. Setelah proses akuisisi dari UEM Group berjalan  mulus, maka Astra Infra akan memegang saham 55% atau jadi mayoritas.

Pihak Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB) justru sudah terang-terangan soal kerja samanya dengan Astra Infra.

“Jalan tol Cipali memberikan akses CPPIB ke pembangunan infrastruktur vital yang didukung oleh kenaikan tarif motorisasi di salah satu daerah berpenduduk padat dan produktif secara ekonomi di Indonesia,” kata Scott Lawrence, Managing Director, Head of Infrastructure CPPIB dalam siaran persnya dikutip CNBC Indonesia, Jumat (20/9/2019).

Menurut Scott, kerja sama dengan Astra ini akan menjadi awal dari potensi kerja sama lainnya di Indonesia.

Edt: Redaksi (AN)