Wakeppri Resmikan Kapal Super Tanker Pertamina Prime Kerjasama Indonesia-Jepang

Foto: Ist

“Wakeppri Tri Purnajaya mengatakan, peresmian kapal super tanker VLCC ke-2 ini merupakan upaya Indonesia dalam mengamankan pasokan energi nasional”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia (Wakeppri) untuk Jepang, Tri Purnajaya meresmikan peluncuran kapal super tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) kedua milik Pertamina yang dinamai Pertamina Prime di Galangan Kapal Ariake Japan Marine United (JMU) Kumamoto Jepang Selasa (30/3).

Wakeppri Tri Purnajaya mengatakan, peresmian kapal super tanker VLCC ke-2 ini merupakan upaya Indonesia dalam mengamankan pasokan energi nasional.

“Di tengah pandemi Covid-19, kolaborasi Indonesia-Jepang harus terus dioptimalkan utamanya untuk mengamankan pasokan energi nasional serta meningkatkan competitiveness Pertamina di pasar minyak dan gas”, demikian ungkap Wakeppri Tri Purnajaya.

Kapal VLCC Pertamina Prime merupakan kerja sama Pertamina dan JMU dalam pembangunan kapal tanker. Hal ini menurut Tri Purnajaya, menjadi salah satu raihan penting di awal tahun dan memberikan sinyal positif bagi profil ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat pandemi COVID-19. Kapal ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan feedstock kilang minyak Pertamina di Cilacap.

Dikutip dari rilis resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, keberadaan Pertamina Prime dengan kapasitas angkut 2,04 juta barel minyak mentah ini akan membantu mengamankan suplai energi dalam negeri. Selain itu juga akan semakin terbukanya peluang tenaga ahli Indonesia untuk berkolaborasi dengan Jepang melalui teknologi pembangunan kapal maupun industri galangan kapal.

Proyek konstruksi Pertamina Prime telah melibatkan pekerja Indonesia yaitu surveyor independen dan tiga orang pengawas serta beberapa kru kapal dari Pertamina.

Berbagai keunggulan dimiliki oleh kedua kapal milik PIS diantaranya adalah menggunakan teknologi Super Stream Duct pada desain kapal sehingga membuat performa VLCC Pertamina Prime memiliki kecepatan hingga 16.9 knot.

Selain itu, kapal VLCC mutakhir ini juga telah memenuhi requirement terminal modern di dunia dan regulasi internasional. Yaitu IMO Annex VI Tier III yang berguna untuk pembatasan emisi gas buang Sulphur Oxide (SOx) dan Nitrogen Oxide (NOx).

Dalam peresmian kapal Pertamina Prime, Wakeppri Tri Purnajaya, didampingi oleh Kepala Pertamina Asia Timur Made Adi Putra, Counsellor Fungsi Protokol dan Konsuler, Emilia H. Elisa, dan Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo, Monica Sonya. Sementara itu, dari Jakarta hadir secara virtual Presiden Direktur Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Direktur PT. Pertamina International Shipping (PIS) Erry Widiastono. (GI)

Edt: Redaksi (AN)