Wanita Hamil Tua Diusir Saat Menghuni di Penjaringan Jakarta Utara

Foto: Ist

“Dalam kondisi lemah, dan sedang hamil tua, RS diduga langsung diusir oleh Rosnauli Saragih, yang pada akhirnya RS pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Bandar Lampung,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Nasib malang menimpa wanita muda berinisial RS, yang berusia 22 tahun, tengah hamil tua, diduga diusir dari tempat tinggal yang dihuni bersama Rosnauli Saragih pada akhir Agustus 2020.

Alhasil, wanita muda yang tengah hamil tua dan kondisinya lemah ini, terpaksa sendirian untuk pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Bandar Lampung. 

Tyas, tante RS meluapkan kekesalanya saat mengetahui informasi ponakannya RS yang diduga di usir saat menghuni di tempat tinggal Rosnauli Saragih beberapa waktu lalu.

RS berjuang mengadu nasib di Ibukota untuk memperoleh pekerjaan. Wanita muda yang tengah hamil ini, mendapatkan pekerjaan di bidang ekspedisi. Selain itu, RS juga sambil berjuang melanjutkan studi nya di salah satu kampus di Ibukota.

“RS ke Jakarta untuk bekerja dan melanjutkan studi pak,” ucap Tyas.

RS merupakan buah hati tunggal dari Suratman dan Elmi Yatsih.

Lanjut Tyas, RS yang sebatang kara di Ibukota dan tinggal di tempat tinggal yang dihuni oleh Rosnauli Saragih, yang berada di Kawasan Tanah Pasir RT 002 RW 09 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Rosnauli Saragih pun menyetujui RS tinggal ditempat tinggal yang dihuninya.

Rosnauli Saragih yang mengijinkan RS tinggal bersamanya. Meski demikian, RS pun mengaku menyetorkan ratusan ribu rupiah kepada Rosnauli Saragih untuk bayar kos karena telah tinggal di tempat tinggalnya Rosnauli Saragih.

Ketika RS tinggal bersama Rosnauli Saragih, Rosnauli Saragih pun mengetahui, bahwa RS tengah hamil. Tetapi Rosnauli Saragih diduga melarang RS untuk menceritakan kepada keluarganya RS, karena kondisi RS yang tengah hamil.

Seiring waktu berlalu, tiba-tiba RS mengalami kekurangan darah dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Pembayaran rumah sakit pun dibayarkan oleh Rosnauli Saragih, dengan syarat RS mengembalikan biaya rumah sakit tersebut.

“Dalam kondisi lemah, dan sedang hamil tua, RS diduga langsung diusir oleh Rosnauli Saragih, yang pada akhirnya RS pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Bandar Lampung,” tutur Tyas.

Tambah Tyas, RS diduga tak hanya diusir paksa, tetapi RS juga diduga mendapatkan intimidasi dan perlakuan tak menyenangkan dari Rosnauli Saragih dan Keluarganya.

Menyikapi hal ini, Keluarga Besar RS pun tak terima oleh perlakuan Rosnauli Saragih dan Keluarganya. 

“Ini tidak berperikemanusiaan. Masa RS tengah hamil tua dipaksa pulang kampung sendiri dari Jakarta ke Bandar Lampung. Kalau keluarga dapat informasi, kan bisa keluarga jemput,” kata tante RS bernama Tyas.

Lanjut Tyas, kami sekeluarga tidak terima dengan perlakuan Rosnauli Saragih, yang diduga mengusir paksa RS yang tengah hamil tua dan kondisi lemah.

Sementara itu, saat Rosnauli Saragih dikonfirmasi terkait hal ini, malah dirinya tidak ada itikad baik untuk menjelaskan duduk permasalahan ini.

“Lihat kasus pak. Ini urusan privasi mereka, yang ngga boleh orang tau. Malah bapak ikut-ikutan bodoh,” cetus Rosnauli Saraguih di pesan whatsup.

Wartawan pun berusaha baik-baik untuk konfirmasi masalah ini, tetapi malah dihardik oleh Rosnauli Saragih, dengan mengungkapkan, “Kurang pikiran juga ya bapak ini, pake otak dong kalo nanya”.

Padahal konfirmasi ini sangat penting untuk meluruskan permasalahan yang terjadi antara pihak Keluarga RS dan Rosnauli. (AW)