WHO Sebut Mutasi Virus Corona di Inggris Masih Terkendali

Foto: Google

“Virus corona yang bermutasi itu dilaporkan memiliki tingkat penularan yang lebih cepat”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyebaran virus corona (Covid-19) jenis baru yang ditemukan di Inggris masih terkendali.

Virus corona yang bermutasi itu dilaporkan memiliki tingkat penularan yang lebih cepat.

WHO menyatakan penyebaran varian baru corona itu masih bisa diatasi dengan serangkaian kebijakan dan protokol kesehatan yang sudah ada.

“Kita mengalami (tingkat kontaminasi) yang jauh lebih tinggi pada titik yang berbeda saat ini dan kami telah mengendalikannya,” kata Kepala Urusan Darurat WHO, Michael Ryan, dalam jumpa pers pada Senin (21/12).

“Jadi situasi saat ini tidak dalam arti di luar kendali, Tetapi juga tidak bisa dibiarkan begitu saja,” paparnya menambahkan.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, sebelumnya mengklaim varian baru virus corona ini “di luar kendali setelah pejabat di negara itu mengatakan strain virus tersebut 70 persen cepat menular daripada virus utama.

“Tindakan yang kami lakukan saat ini adalah tindakan yang benar,” kata Ryan.

“Kami perlu melakukan apa yang telah kami lakukan, kami mungkin harus melakukannya dengan intensitas yang lebih tinggi dan sedikit lebih lama untuk memastikan dapat mengendalikan virus ini,” tuturnya seperti dikutip AFP.

Akibat mutasi baru virus corona, Inggris menerapkan penguncian wilayah (lockdown) ketat di sejumlah wilayah termasuk Kota London menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Sekitar 30 negara antara lain Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Kanada, Chile, Argentina, hingga India juga segera melarang masuk penerbangan dari Inggris.

Beberapa negara Eropa lainnya seperti Belgia, Austria, Swiss, Swedia, Latvia, Lithuania, Estonia, Belanda, Bulgaria, Rumania, Turki, Iran, Israel, Kuwait, dan El Salvador, juga melakukan hal serupa.

Negara-negara tersebut menambahkan Inggris dalam daftar negara yang dinilai berisiko tinggi terhadap penularan corona.

“Dalam beberapa hal, itu berarti kami harus bekerja lebih keras. Sekali pun virus menjadi sedikit lebih cepat berubah dalam penyebarannya, virus dapat dihentikan,” kata Ryan. (NH)

Edt: Redaksi (AN)