Yang Tak Gila Itu Mungkin Yang Gila

Foto: Doc. Jacob Ereste

“Gila itu ternyata ada enaknya juga, dari satu sisi. Tapi mungkin juga tak enak dari sisi lain”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Tadinya aku sudah pengen gila. Tapi ternyata sudah banyak yang gila. Jadi ya, nggak jadilah gilanya. Entar takut nggak ada yang ngurus kalau semua jadi gila.

Gila itu ternyata ada enaknya juga, dari satu sisi. Tapi mungkin juga tak enak dari sisi lain.

Soalnya yang membuat aku setengah gila, mau milih yang mana. Yang benar-benar gila, atau setengah gila. Atau jangan gila sendiri.

Masalahnya kalau tak gila juga, kita hidup ditengah-tengah orang gila yang banyak. Atau banyak orang gila yang mengelilingi kita.

Ya, terserahlah. Mau pilih yang gila. Atau gila-gilaan memilih yang mungkin juga kita pilih itu orang gila juga.

Yang pasti kayaknya saya tak mau gila memilih orang gila. Sebab kegilaan mimilih orang gila, bisa jadi gila juga. Lha, gimana kalau semua sudah gila. Kita yang tak gila mungkin bisa dianggap gila oleh orang-orang gila. Hanya karena kita nggak ikut gila. Toh, Pilkada tetap jalan juga, meski dengan cara gila-gilaan.

Kalau nggak salah pesan Mbah Ronggowardito dulu: sing ora era edan ora keduman.

Edt: Redaksi (AN)